Jimbaran – Universitas Udayana melalui Biro Kemahasiswaan selenggarakan kegiatan Pembelajaran Program Kampus Berdampak Bina Desa, Mitigasi Bencana, dan Wirausaha Mandiri Semester Genap Tahun 2025/2026 bertempat di Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran, Kamis (12/3/2026). Kegiatan dibuka oleh Kepala Biro Kemahasiswaan Unud Drs. I Ketut Kartika dan dihadiri oleh Kepala Unit Kampus Berdampak, Koordinator Kesejahteraan Mahasiswa, Tim personalia kampus berdampak Unud serta undangan lainnya.

Kepala Unit Kampus Berdampak Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Ketut Sardiana, M.Si dalam hal ini menyampaikan, Program Mahasiswa Berdampak merupakan bagian dari program Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek Republik Indonesia. Program ini merupakan tindak lanjut dan penguatan dari program Kampus Merdeka. Universitas Udayana berkomitmen untuk mengimplementasikan program tersebut dengan mengembangkan Program Mahasiswa Berdampak di unit kerja pelayanan.
Program Mahasiswa Berdampak semester genap tahun 2026 diikuti sebanyak 453 orang. Dengan Rincian Program yakni Program Pengabdian Masyarakat Bina Desa 414 orang, Mitigasi Bencana 11 orang, dan Mahasiswa Wirausaha 28 orang. Kegiatan ini melibatkan 33 kelompok dari 5 fakultas, yaitu Fakultas Hukum 21 kelompok, Fakultas Ilmu Budaya 6 kelompok, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 3 kelompok, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2 kelompok, serta Fakultas Kelautan dan Perikanan 1 kelompok. Kegiatan ini direncanakan berjalan selama satu semester, yang terdiri dari kegiatan pembekalan atau penyamaan persepsi, pengayaan materi, realisasi program di desa, hingga evaluasi. Mulai hari ini, para peserta diharapkan sudah mulai membuat logo yang nantinya akan di-setting oleh Unit Sumber Daya Informasi (USDI).

Sementara itu Kepala Biro Kemahasiswaan Unud Drs. I Ketut Kartika menyampaikan, Program yang dulunya dikenal sebagai MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) kini telah bertransformasi menjadi Kampus Berdampak. Terdapat perbedaan mendasar di antara keduanya. Jika pada MBKM mahasiswa baru bisa menjadi peserta di semester 5 dengan konversi minimal 10 SKS, maka di Kampus Berdampak, mahasiswa sudah bisa terlibat sejak semester 1 dengan konversi SKS yang lebih fleksibel. Inti dari program ini adalah memastikan seluruh kegiatan mahasiswa memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun masyarakat.

Program Kampus Berdampak ini berkaitan erat dengan kontrak kerja Rektor dengan Kementerian, yang kemudian diturunkan ke Biro Kemahasiswaan. Target IKU untuk Kampus Berdampak adalah sebesar 17,5 persen. Berarti kita memberikan kontribusi sekitar 4.800 mahasiswa. Angka ini merupakan gabungan dari mahasiswa yang berkegiatan di luar kampus (pembelajaran luar kampus) dan pencapaian prestasi. Saat ini, peserta yang terdaftar di Fakultas sekitar 400 orang. Jumlah ini masih perlu ditingkatkan melalui berbagai skema seperti latsar dan kegiatan lainnya. Kami akan meminta laporan berkala dari Kepala Unit Berdampak untuk memetakan kontribusi dari 13 fakultas yang ada. Kita perlu melihat fakultas mana yang berhasil memberikan kontribusi maksimal dan mana yang belum memenuhi target IKU, serupa dengan sistem Tracer Study kita yang sudah mencapai angka luar biasa (target 60 persen, terealisasi 80 persen). Berdasarkan data IKU 2, masih terdapat sekitar 15 persen lulusan dari beberapa fakultas yang belum terserap optimal di dunia industri. Oleh karena itu, kami sedang mengkaji kemungkinan perubahan kurikulum, baik kurikulum wajib maupun pilihan, agar lebih selaras dengan kebutuhan kerja industri saat ini.

Ke depannya, kami akan memperkuat sinergi dengan Ormawa, khususnya BEM, yang memiliki banyak kegiatan yang berdampak seperti Desa Dampingan, Mahasiswa Mengajar, Kegiatan Haki, dan lainnya. Kunci keberhasilan program ini adalah koordinasi. Kita semua bekerja sejajar untuk mencapai IKU. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, kita semua bertugas mengabdi dan berani memberikan instruksi yang jelas antar unit demi kesuksesan Kampus Berdampak.