LOADING...
Udayana University

Unud dan Barantin Perkuat Sinergi Dukung Perlindungan Sumber Daya Hayati dan Peningkatan Daya Saing Ekspor Nasional

Januari 23, 2026 14:34 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

Denpasar – Universitas Udayana bersama Badan Karantina Indonesia (Barantin) menggelar kegiatan Barantin Inspiring Day yang dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta Kuliah Umum, pada Kamis (22/1/2026), bertempat di Aula Pascasarjana Universitas Udayana Kampus Sudirman, Denpasar. Kegiatan ini mengusung tema “Menjaga Sumber Daya Alam Hayati Indonesia untuk Keberlanjutan dan Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian dan Perikanan Indonesia”, sebagai wujud penguatan sinergi antara dunia akademik dan lembaga negara dalam mendukung perlindungan sumber daya hayati dan peningkatan daya saing ekspor nasional.

Selain Rektor, acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan lainnya dari Universitas Udayana, antara lain Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr., serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi Prof. Dr. Eng. Ir. Made Sucipta, S.T., M.T., IPM. Turut hadir Ketua LPPM Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si., serta para Dekan dari Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Kedokteran Hewan, dan Fakultas Kelautan dan Perikanan.

Dari pihak Badan Karantina Indonesia, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Barantin Dr. Sahat Manaor Panggabean, didampingi Sekretaris Utama Shahandra Hanitiyo, S.IP., M.Si., para Deputi, Kepala Biro, Kepala Pusat, serta Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bali. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi strategis di bidang perkarantinaan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Udayana dan Badan Karantina Indonesia menjadi tonggak penting dalam membangun kemitraan jangka panjang yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif. Kerja sama ini mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia, riset dan inovasi, pemanfaatan sarana dan prasarana, kajian akademik kebijakan perkarantinaan, serta pelibatan dosen dan mahasiswa dalam isu-isu strategis nasional terkait biosekuriti, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan.

Selain MoU, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Karantina Indonesia dengan Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Kedokteran Hewan, serta Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana. PKS ini diharapkan dapat memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi yang lebih teknis dan aplikatif, khususnya dalam pengembangan riset terapan, peningkatan kompetensi lulusan, serta kontribusi nyata bagi perlindungan sumber daya alam hayati Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, ST.,Ph.D menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Badan Karantina Indonesia dipandang sebagai instrumen pertahanan negara non-militer yang berperan vital dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama, penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan, sekaligus sebagai economic tools yang mendukung kelancaran perdagangan global dan ekspor nasional berbasis standar sanitari dan fitosanitari.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Kepala Badan Karantina Indonesia, Dr. Sahat Manaor Panggabean. Dalam paparannya, Ia menekankan peran strategis Barantin dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia, memperkuat sistem karantina sebagai garda terdepan perlindungan negara, serta mendorong transformasi layanan melalui digitalisasi, penguatan laboratorium, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia karantina. Dunia akademik dinilai memiliki peran sentral sebagai centre of excellence dalam mendukung kebijakan berbasis riset dan penguatan sistem perkarantinaan nasional.

Sebagai bagian dari rangkaian Barantin Inspiring Day, kegiatan ini juga menghadirkan Agung Wedha, seorang pengusaha muda di bidang ekspor produk pertanian, sebagai narasumber. Ia mengajak generasi muda untuk kembali membangkitkan sektor pertanian, khususnya di Bali dan Indonesia pada umumnya, dengan keberanian berinovasi dan berorientasi ekspor. Menurutnya, Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi sumber daya pertanian yang melimpah dengan permintaan pasar global yang terus meningkat.

Selain penandatanganan Nota Kesepahaman, Perjanjian Kerja Sama, dan pelaksanaan kuliah umum, rangkaian Barantin Inspiring Day juga dimeriahkan dengan Barantin Expo yang menampilkan berbagai produk unggulan nabati dan hewani Indonesia. Pameran ini menghadirkan komoditas pertanian dan perikanan berorientasi ekspor yang mencerminkan kekayaan serta keragaman hayati nusantara, sekaligus mengundang para pelaku usaha dan pengusaha di bidang keanekaragaman hayati. Kehadiran expo ini menjadi ruang temu strategis antara akademisi, regulato