LOADING...
Udayana University

Seminar Nasional Bahasa Ibu ke-XVIII Tahun 2026 resmi dilaksanakan di Fakultas Ilmu Budaya Unud

Februari 21, 2026 18:59 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

Denpasar – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana menyelenggarakan Seminar Nasional Bahasa Ibu (SNBI) ke-XVIII Tahun 2026 yang berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026, bertempat di Ruang Aula Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Udayana, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M. Agr.Sc., Ph.D., Seminar Nasional ini mengusung tema “Bahasa Ibu sebagai Pilar Identitas Budaya: Tantangan dan Peluang di Era Modernisasi Digital” dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang kebahasaan dan kebudayaan. Turut hadir Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra (secara daring), Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Ketua Asosiasi Peneliti Bahasa Lokal Pusat, Ketua Senat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Universitas Udayana menyoroti tantangan besar yang dihadapi bahasa ibu di tengah derasnya arus modernisasi digital. Ia menyampaikan bahwa semakin banyak bahasa daerah yang mengalami kesulitan beradaptasi dan berkembang, bahkan terancam punah. Mengutip studi UNESCO, disebutkan bahwa setiap dua pekan satu bahasa di dunia hilang akibat tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kondisi tersebut menjadi pengingat penting akan perlunya langkah konkret untuk menjaga keberlangsungan bahasa ibu sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tantangan tersebut juga membuka peluang besar untuk merumuskan strategi dan inovasi dalam pelestarian bahasa ibu.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain melalui pendidikan berbasis bahasa ibu, dokumentasi dan revitalisasi bahasa daerah, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran bahasa. Melalui seminar ini, diharapkan dapat lahir gagasan-gagasan kreatif, inspiratif, dan aplikatif yang mampu menjaga eksistensi bahasa ibu agar tetap hidup dan relevan, baik di sektor pendidikan, kebudayaan, maupun kebijakan publik.