“SALURKAN ASPIRASIMU” DPM-PM UNIVERSITAS UDAYANA KEMBALI GELAR TEMU REKTOR 2019

Sesi diskusi Temu Rektor 2019

Denpasar – Senin (04/02), Dewan Perwakilan Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa Universitas Udayana atau yang kerap disebut dengan DPM-PM, minggu lalu kembali menggelar temu rektor di Aula Student Center Jalan Sudirman. Acara Temu Rektor 2019 yang mengusung tema “Gelora Aspirasi Mahasiswa Untuk Universitas Udayana yang Progesif dan Akutabel” ini digagas oleh DPM-PM itu sendiri, dan telah menjadi acara rutin tahunan yang diselenggaran oleh DPM-PM setiap tahunnya. Sedangkan untuk acara tahun ini bertepatan degan pelatikan DPM-PM periode 2019.

Acara rutin ini digelar sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa seputar permasalahan kampus yang terjadi baik dalam lingkungan fakultas maupun universitas itu sendiri. Lebih dari itu acara ini juga dijadikan sebagai ajang untuk berdiskusi Bersama dengan Rektor Unversitas Udayana beserta jajarannya.

“ Tujuan acara ini yang paling utama adalah mempertemukan mahasiswa dengan jajaran rektorat untuk brdiskusi dan menyampaikan apirasi mereka. Mugkin bila ada permasalahan selama perkuliahan berlangsung bisa disampaikan pada sesi diskusi nanti dan sama – sama bisa memberikan solusi terbaik untuk Udayana yang lebih baik kedepannya’, Ujar I Gede Bayu Bahari Sujana Putra, ketua DPM-PM periode 2019 itu.

Seorang peserta menyampaikan aspirasinya pada saat sesi dikusi temu rektor 2019

Acara Temu Rektor 2019  digelar secara terbuka dengan mengundang seluruh elemen mahasiswa dari semua fakultas . Kurang lebih sekitar 100 mahasiswa  memadati aula Student center dalam acara temu rektor 2019. Tidak cukup hanya mahasiswa, acara ini juga turut dihadiri oleh jajaran rekotorat yakni Rektor Universitas Udayana, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV, seluruh Kepala Biro, serta 13 Dekan Fakultas yang berada dilingkup Universitas Udayana.

Setidaknya terdapat tiga topik diskusi yang dapat digelar pada peretemuan rektor minggu lalu. Pertama adalah mengenai pendanaan kegiatan, kedua kebijakan mahasiswa, serta yang ketiga adalah tentang birokrasi dan administrasi.

Dari ketiga topik tersebut, saat diskusi berlangsung mahasiswa banyak yang mediskusikan tentang fasilitas kampus yang sudah saatnya harus dilakukan reparasi atau perbaikan. Sebab ada beberapa perangkat yang telah rusak dan sudah tidak berfungsi lagi. Dalam hal ini jajaran rektorat akan menampung semua aspirasi dan masukan yang telah diberikan oleh mahasiswa dan akan segera menanganinya sesegara mungkin.

Tentunya, kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan positif yang patut dijadikan sebagai contoh oleh lembaga mahasiswa lainnya dalam bersinergi menjalin hubungan yang baik antara jajaran rektorat dengan mahasiswa. Sehingga tidak terjadi simpang siur tau ketimpangan antara mahasiswa dengan jajaran rektorat. (Ism)