KOLABORASI FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS UDAYANA DAN FAO (FOOD AND AGRICULTURE ORGANISATION) DALAM UPAYA PERCEPATAN PENANGANAN RABIES DI BALI

Dalam upaya percepatan penanganan kejadian Rabies di Bali, Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana menyelenggarakan Survei Pasca Vaksinasi Rabies. Kegiatan diawali dengan diskusi dan pembekalan pada 26 Maret 2023 lalu. Pembekalan diikuti oleh 3 orang perwakilan FAO, 3 orang perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, 2 orang dosen serta Pimpinan Fakultas Kedokteran Hewan dan 11 perwakilan mahasiswa.

 

 

Diskusi dilaksanakan untuk membahas metode yang akan digunakan dalam kegiatan survei menyesuaikan dengan letak geografis penduduk di Bali. Adapun teknik yang digunakan dalam survei ini adalah capture by capture yaitu menghitung anjing yang sudah divaksinasi yang ditandai dengan kalung merah dan door to door dengan metode systematic random sampling dengan mengumpulkan data sebanyak 60 rumah per desa. Selain itu juga dilakukan pembagian tim mahasiswa yang akan diturunkan untuk melakukan survei yaitu sebanyak 6 Tim terdiri dari 12 perwakilan mahasiswa FKH Udayana. Kegiatan survei ini dilakukan mulai dari 28 Maret-17 Agustus 2023 yang dibagi dengan dua kegiatan  yaitu  Kegiatan Uji Coba Metode Survei Pasca Vaksinasi yang menyasar 3 desa dan Kegiatan Survei dengan menyasar 64 desa. 

 

 

 

 

 Kegiatan Uji Coba Metode Survei dilaksanakan selama 2 hari. Hari pertama Kegiatan Uji Coba Metode Survei menyasar Desa Saba dan Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar diawali dengan briefing Tim Survei, FAO, Dosen Pendampping, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gianyar dan Perangkat Desa mengenai pelaksanaan kegiatan. Setelah brefieing dilanjutkan  dengan pelaksanaan survei dengan teknik capture by capture dan door to door. Kemudian kegiatan diakhiri dengan evaluasi pelaksanaan uji coba metode survei. Hari Kedua kegiatan ini kemudian menyasar Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. 

 

Setelah kegiatan Uji Coba Metode Survei dilanjutkan dengan kegiatan survei yang akan dilakukan oleh 6 TIM Mahasiswa berkoordinasi dengan  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali  dan Perangkat Desa sebagai pendamping lapangan yang akan menyasar 64 Desa diantaranya 1 Desa di Kabupaten Badung, 10 Desa di Kabupaten Bangli, 2 Desa di Kabupaten Buleleng, 2 Desa di Kota Denpasar, 4 Desa di Kabupaten Gianyar, 5 Desa di Kabupaten Jembrana, 21 Desa di Kabuppaten Karangasem, 5 Desa di Kabupaten Klungkung, dan 14 Desa di Kabupaten Tabanan.

 

Dari kegiatan survei pasca vaksinasi rabies terdapat beberapa kendala yaitu  pada teknik capture re capture kurang efektif untuk dilakukan karena banyak anjing yang sudah divaksin namun tidak memakai kalung berwarna merah dikarenakan dengan beberapa faktor seperti terlepas karena pertengkaran antar anjing dan tidak terpasang oleh pemilik anjing dikarenakan anjing tidak dapat dihandle. Selain itu terdapat beberapa kendala lain pada teknik door to door seperti pemilik rumah tidak ada, letak geografis rumah penduduk yang terpencar-pencar, dan beberapa banjar yang tidak dapat disurvey karena adanya upacara adat.