Di Tengah Luka Siklon Senyar, FK Unud Hadir Merawat Warga Tukka, Kab Tapteng, Sumatera Utara.


Siklon Senyar yang melanda wilayah Sumatera meninggalkan dampak mendalam bagi masyarakat Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Banjir bandang yang dipicu hujan ekstrem tidak hanya merusak alam dan infrastruktur, tetapi juga memutus kehidupan ribuan warga yang harus berjuang di tengah kehilangan dan keterbatasan.

Berdasarkan laporan sementara, bencana ini menyebabkan 127 korban jiwa, 37 orang dinyatakan hilang, serta lebih dari 4.200 warga terpaksa mengungsi. Kerusakan fisik terjadi pada berbagai fasilitas, mulai dari 14 fasilitas kesehatan, 24 sekolah, 3 jembatan, hingga satu ruas jalan utama yang terputus. Tak kurang dari 8.365 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat berat, sedang, hingga ringan. Sawah dan kebun tertutup material banjir, alur sungai berubah, serta sistem air bersih dan sanitasi rusak.

Di Kecamatan Tukka sendiri, dampak bencana tercatat cukup berat. Sebanyak 27 warga meninggal dunia, 49 orang hilang, dan 786 warga harus mengungsi. Meski air telah surut, jejak bencana masih tampak jelas—tumpukan kayu di sepanjang jalan, lumpur di rumah dan sekolah, serta material longsor yang menutup lahan pertanian warga.

Merespons kondisi tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud), dengan dukungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat tanggap bencana pada 21–27 Desember 2025. Pelayanan kesehatan difokuskan di Kelurahan Sipange, Hutanabolon, dan Bona Lumban, wilayah yang terdampak cukup parah.

Tim FK Unud yang berjumlah 10 orang berasal dari berbagai disiplin, mulai dari Pendidikan Dokter, Spesialis Bedah, Bedah Saraf, Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, hingga Kesehatan Masyarakat. Komposisi tim disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan kesiapan tenaga medis sebagai relawan.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, perawatan luka ringan, serta edukasi kesehatan bagi anak-anak. Seluruh pelayanan dilakukan langsung di lingkungan permukiman warga agar dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat yang masih mengalami keterbatasan mobilitas.

Sebanyak 227 warga tercatat menerima layanan kesehatan. Keluhan terbanyak yang ditemukan antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, penyakit kulit, serta nyeri otot. Dari hasil skrining, ditemukan seorang lansia dengan dugaan kanker payudara yang segera dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan dengan pendampingan petugas puskesmas setempat.

Selain pelayanan medis, tim juga memberikan edukasi kesehatan kepada 185 anak, terutama mengenai kecacingan dan perlindungan diri, sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif. Dalam suasana Natal, anak-anak terdampak bencana juga menerima bingkisan sederhana sebagai bentuk dukungan psikososial dan penguatan semangat di tengah kondisi sulit.

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui koordinasi berjenjang dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, RSUD Pandan, serta Desk Relawan Tapanuli Tengah.

Pengalaman pelayanan langsung di lokasi bencana menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan dasar tetap tinggi meskipun bencana telah berlangsung 1,5 bulan yang lalu. Warga tidak hanya membutuhkan penanganan penyakit akibat banjir, tetapi juga keberlanjutan layanan kesehatan dasar di tengah keterbatasan akses dan kondisi lingkungan yang belum pulih sepenuhnya.

Melalui kegiatan pengabdian tanggap bencana ini, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menegaskan komitmennya untuk terus hadir melalui pelayanan kesehatan yang berbasis kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran institusi pendidikan kedokteran dalam respon kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.