Denpasar – Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Udayana (FPMHD Unud) melaksanakan kegiatan Dharma Santi Penyepian (DSP) XV Caka Warsa 1948 bertempat di Ruang Nusantara Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman Denpasar, 28 dan 29 Maret 2026 yang mengusung tema “Dharmodaya Santikarana. Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan nilai-nilai Dharma sebagai sarana mewujudkan kedamaian dan keharmonisan.

Ketua Panitia Ni Luh Putu Sudarini dalam laporannya mengatakan kegiatan ini diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi sekaligus momentum untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antar sesama umat Hindu di Bali sekaligus sebagai wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan mengembangkan potensi generasi muda. Melalui kegiatan DSP ini diharapkan mampu menjadikan hasil Penyepian sebagai dasar terciptanya kedamaian, kebersamaan, dan keharmonisan antar sesama umat Hindu melalui perlombaan dan pelaksanaan Dharma Tula sebagai ruang refleksi dan pendalaman nilai-nilai Dharma.
Kegiatan perlombaan DSP XV diikuti oleh 123 peserta yang terdaftar dalam 4 cabang perlombaan yakni masatua 21 peserta, ngewacen puisi 27 peserta, lomba sketsa ogoh-ogoh 27 peserta, dan lomba poster digital 48 peserta.
Koordinator FPMHD Unud Ni Putu Wahyuni Kencana Dewi menjelaskan kegiatan merupakan program kerja di bidang bina dharma yang menaungi mengenai ke-dharmaan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan output yang positif bagi semuanya.

Penasihat FPMHD Unud I Putu Sudiarta, SP., M.Si., Ph.D menyampaikan FPMHD ini diharapkan tidak hanya untuk kegiatan intern yang rutinitas saja, namun juga dapat berkiprah di masyarakat dalam menjaga kelestarian Bali. Pihaknya berharap dapat terus ditingkatkan tidak hanya berkiprah didalam kampus saja namun juga berdampak bagi masyarakat umum dan meningkatkan kepedulian umat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya mewakili Rektor Unud dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada FPMHD Unud yang telah konsisten selama 15 tahun menyelenggarakan Dharma Santi. Wakil Rektor berharap forum ini tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya mahasiswa Hindu, tetapi menjadi motor penggerak moderasi beragama di Universitas Udayana.
“Jadilah agen perubahan yang membawa kesejukan,” ujarnya.

Wakil Rektor juga meminta agar menjadikan setiap kegiatan kemahasiswaan sebagai wadah untuk menanamkan benih-benih keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam lingkungan sesuai konsep Tri Hita Karana.