Denpasar – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) mengikuti proses Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi Program Studi S2 Kajian Budaya oleh Tim Asesor BAN-PT yang berlangsung di Ruang Sidang Soekarno, Gedung Poerbatjaraka Lantai IV, FIB Denpasar, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan asesmen lapangan ini menghadirkan Tim Asesor yang terdiri atas Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. dan Dr. Kastam Syamsi, M.Pd. Acara turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, perwakilan dari LP3M Unud, LPPM Unud, USDI, Perpustakaan Universitas Udayana, serta perwakilan dari BAN-PT. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dekan, para Wakil Dekan, Koordinator Program Studi, Kepala Tata Usaha (KTU), dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa Program Studi S2 Kajian Budaya telah melakukan Analisis SWOT terhadap sembilan kriteria akreditasi, yang menunjukkan posisi prodi berada pada pendekatan strategis yang agresif. “Tim Program Studi S2 Kajian Budaya telah difasilitasi oleh tim penunjang untuk melakukan revisi Kurikulum 2024, yang kemudian disosialisasikan sebagai upaya peningkatan visibilitas program studi. Dekan berharap asesor dapat membantu melihat secara lebih spesifik dokumen yang telah kami siapkan, sehingga asesmen lapangan ini dapat berjalan secara konstruktif dan memberikan masukan yang berharga dalam penyelenggaraan pendidikan di Prodi S2 Kajian Budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D., menekankan pentingnya percepatan peningkatan mutu menuju peringkat akreditasi unggul. “Hal ini perlu diakselerasi untuk segera menuju unggul. Jika dilihat dari roadmap keilmuannya, Kajian Budaya memiliki potensi yang luar biasa dan sejalan dengan visi Universitas Udayana sebagai universitas unggul, mandiri, dan berbudaya, di mana budaya merupakan ruh dari Universitas Udayana. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Tim Asesor yang telah meluangkan waktu, dan berharap diberikan masukan semaksimal mungkin agar rektorat dapat merencanakan program peningkatan jaminan mutu, khususnya untuk Prodi S2 Kajian Budaya dan Fakultas Ilmu Budaya pada umumnya,” jelasnya.

Mewakili Tim Asesor, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. menyampaikan bahwa asesmen lapangan bertujuan untuk melihat keunggulan program studi secara komprehensif, termasuk dukungan sarana dan prasarana. “Ada beberapa poin yang perlu dicermati, salah satunya terkait sarana prasarana seperti laboratorium keilmuan budaya yang mendukung program ini. Saya yakin semua ingin unggul. Jika ingin unggul dan lebih dari yang lain, maka kelebihan dan keunggulan tersebut perlu ditunjukkan agar dapat dinilai dari berbagai aspek,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan asesmen lapangan ini, diharapkan Program Studi S2 Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dapat memperoleh evaluasi yang komprehensif sebagai dasar peningkatan mutu berkelanjutan menuju akreditasi unggul