Denpasar – Puncak perayaan HUT ke-64 Badan Kekeluargaan Fakultas Kedokteran (BKFK) Universitas Udayana berlangsung di Kampus Sudirman Denpasar, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan diawali dengan jalan santai dan senam ceria yang diikuti seluruh peserta sebagai bentuk kebersamaan.

Acara ini dihadiri oleh Rektor Unud, para Wakil Rektor, Ketua dan Sekretaris Senat Unud, para pimpinan fakultas dan pascasarjana di lingkungan Universitas Udayana, Dirut RSUP Prof. IGNG Ngoerah, Dirut Rumah Sakit Unud, Direktur RSGM, serta civitas akademika FK Unud yang terdiri dari guru besar, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan mahasiswa.
Ketua Panitia BKFK 64 Feivel Jethro Gobasa Sihombing Hutasoit dalam kesempatan ini menyampailan, rangkaian kegiatan BKFK yang ke-64 telah sampai pada puncaknya dan melalui berbagai rangkaian acara yang luar biasa, mulai dari berbagai perlombaan, kegiatan pengabdian, donor darah, konser, hingga pemilihan Jegeg Bagus dan berbagai kegiatan lainnya. Ia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak dan setiap individu yang telah ikut berpartisipasi dan meramaikan acara BKFK ke-64 ini. “Saya berharap Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dapat semakin jaya, semakin dikenal luas, dan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Unud Prof. I Gede Eka Wiratnaya dalam kesempatan ini memaparkan perkembangan fakultas yang selaras dengan visi Universitas Udayana untuk menjadi lembaga yang unggul, mandiri, berbudaya, dan berdaya saing global. Secara khusus, FK Unud memfokuskan diri pada keunggulan di bidang Travel Health atau Medical Tourism, yang terintegrasi dengan Rumah Sakit Prof. Ngoerah sebagai rumah sakit pendidikan utama.
Saat ini, FK Unud mengelola 38 Program Studi yakni spesialis, Sarjana, Magister dan Doktor, yang sedang berkembang yaitu Prodi Sub-spesialis. Sebesar 84,2 persen telah mencapai akreditasi unggul. Total mahasiswa mencapai 5.616 orang. Selain itu juga disampaikan terkait Penelitian, Pengabdian, dan Kerja Sama, Sarana, Prasarana, dan Kelas Internasional. Ada Beberapa poin krusial yang menjadi tantangan FK Unud ke depan diantaranya Kapasitas dosen dan beban layanan yang besar, mempertahankan capaian akreditasi unggul, Kecepatan adaptasi terhadap teknologi kedokteran yang berkembang pesat, Modernisasi sarana dan prasarana.
Dalam kesempatan ini Dekan juga memberikan apresiasi tinggi kepada para alumni. Alumni diharapkan bukan hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi menjadi mitra strategis dalam menjaga reputasi, menjadi mentor/dosen tamu bagi mahasiswa, serta memberikan kontribusi berupa inovasi, endowment fund, maupun filantropi bagi kemajuan fakultas.

Sementara itu Rektor Unud Prof. I Ketut Sudarsana menyampaikan 64 tahun bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah perjalanan panjang yang penuh perjuangan, dedikasi, dan berbagai prestasi yang telah diukir oleh Fakultas Kedokteran.
Kita semua menyadari bahwa Kedokteran adalah salah satu pilar utama fakultas Universitas Udayana. Dengan jumlah program studi dan mahasiswa terbanyak, serta dukungan SDM yang sangat unggul, kontribusi FK terhadap kemajuan universitas ini sungguh luar biasa.
Rektor mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri. Kita hidup di era perubahan yang sangat cepat. Tantangan di depan mata, mulai dari pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) , perubahan regulasi, hingga persaingan global antar perguruan tinggi menuntut kita untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Rektor berharap Fakultas Kedokteran terus meningkatkan eksposur dan kualitasnya di kancah internasional agar nama Universitas Udayana semakin harum di tingkat global.

Pihak universitas berkomitmen penuh untuk terus mendukung pengembangan FK, baik dari segi penelitian maupun fasilitas. Universitas tetap akan memberikan dukungan berdasarkan skala prioritas yang matang. “Kami juga mendorong konsep “Resource Sharing” fasilitas yang ada di universitas maupun fakultas lain harus dapat dimanfaatkan bersama untuk menunjang kualitas penelitian dan penerimaan mahasiswa kita,” ujar Rektor.
“Mari kita jadikan momentum BKFK ke-64 ini untuk mempererat persatuan, tetap bersemangat, bahu-membahu, dan terus berjuang bersama demi kesuksesan institusi yang kita cintai ini,” imbuhnya.