Denpasar – Untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan serta layanan, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) melakukan asesmen lapangan dalam rangka akreditasi pada Program Studi Ilmu Biomedis Program Doktor Fakultas Kedokteran Universitas Udayana bertempat di Ruang Pertemuan Dr AA Made Djelantik Fakultas Kedokteran Kampus Sudirman Denpasar, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, ST, Ph.D serta turut dihadiri oleh Para Asesor, Wakil Rektor Bidang Akademik, Para Ketua Lembaga di Lingkungan Unud, Sekretaris USDI dan Perpustakaan Unud, Ketua Senat FK Unud, Dekan dan Para Wail Dekan FK Unud, Direktur RS Unud, para dosen dan tenaga kependidikan di FK Unud serta para undangan lainnya.
Tim Asesor LAM PTKes yang hadir dalam kegiatan asesmen lapangan ini yakni Prof. Dr. Mariatul Fadilah, MARS, Ph.D, Sp.KKLP (KCOPC) dari Universitas Sriwijaya dan Dr. dr. Maria Selvester Thadeus, M.Biomed, Sp.KKLP, Subsp.FOMC dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

Dekan Fakultas Kedokteran Unud Prof. Dr. dr. I Gede Eka Wiratnaya, Sp.OT, Subsp. Baik. Ort. R (K) dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa saat ini Fakultas Kedokteran mengelola 38 program studi terdiri dari 6 Prodi Sarjana, 4 Prodi Profesi, 1 Prodi S3 (Doktor), 3 Prodi S2 (Magister), 21 Prodi Spesialis, 3 Prodi Sub-spesialis, dan terdapat satu prodi baru yaitu Sp-2 Bedah, yang akan mulai menerima mahasiswa pada semester ganjil tahun 2026 ini. Mengawal akreditasi 38 prodi bukanlah tugas yang ringan. Pihaknya terus berupaya di bawah panduan Rektor melalui LP3M serta struktur internal UP3M di tingkat fakultas dan TPPM di tingkat prodi. Hingga awal tahun 2026 ini kami bersyukur telah mencapai hasil yang signifikan 27 Prodi telah terakreditasi Unggul, 6 Prodi terakreditasi Baik Sekali (B), dan 5 Prodi sedang dalam proses akreditasi.
“Kami berterima kasih atas dukungan Universitas dalam perbaikan sarana, khususnya Laboratorium Anatomi. Terima kasih juga kepada para asesor, pimpinan universitas, dan seluruh civitas akademika yang telah bahu-membahu mendukung proses akreditasi ini. Dukungan inilah yang menjadi kunci kelancaran dan keberhasilan prodi-prodi kami ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu Rektor Universitas Udayana dalam sambutannya menyampaikan, Universitas Udayana sebagai universitas tertua dan terbesar di Bali memiliki tanggung jawab moral dan institusional kepada seluruh civitas akademika, stakeholder dan masyarakat. Sejak berdiri pada tahun 1962, peran Universitas Udayana dalam pelayanan pendidikan tinggi, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya dan karakter sumber daya manusia semakin besar.

Dalam mengemban tanggung jawab, komitmen pimpinan dan seluruh civitas akademika Universitas Udayana yang tinggi dan berkelanjutan menjadi komponen utama dalam tata kelola. Wujud nyata komitmen ini tertuang dalam visi Universitas Udayana yang Unggul, Mandiri, dan Berbudaya, serta diimplementasikan dalam berbagai aspek pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Pimpinan Universitas Udayana berkomitmen dalam Pengembangan SDM baik dari jumlah, kualifikasi akademik dan jabatan fungsional, Pengembangan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan penelitian secara terencana dan terstruktur untuk mewujudkan “World Class University” dengan peningkatan akses dan kualitas layanan pendidikan.
Pimpinan universitas memandang akreditasi sangat penting untuk keberlangsungan lembaga pendidikan dalam menjalankan dan mencapai visi dan misi yang ditetapkan. Akreditasi sebagai bentuk penilaian untuk menjamin kualitas serta mutu pendidikan dan lulusan. Untuk itu, Universitas Udayana, khususnya Fakultas Kedokteran tidak henti melakukan berbagai upaya untuk menjamin peningkatan kualitas pendidikan dan keberlanjutannya secara terstruktur dan terencana, salah satunya dengan memperoleh akreditasi maupun sertifikasi, baik nasional maupun internasional. Hal tersebut merupakan bukti nyata komitmen Universitas Udayana untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan. Selain menjadi salah satu indikator atau cerminan kualitas pendidikan, akreditasi berperan menciptakan iklim pendidikan yang kondusif dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan yang memberikan dampak dari pendidikan pada lulusan dan masyarakat.
“Kami berharap kehadiran para asessor dapat membantu kami memotret lebih jauh tentang kondisi program studi dalam rangka peningkatan dan perbaikan mutu pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, yang dalam hal ini khususnya Program Studi Doktor Ilmu Biomedis sehingga bisa mencapai hasil yang maksimal,” ungkap Rektor Unud.