Tourism Confucius Institute (TCI) Fakultas Pariwisata Universitas Udayana melaksanakan kompetisi Chinese Bridge, Rabu (13/5/2026) di Ruang Nusantara Gedung Agrokompleks Kampus Denpasar. Kompetisi ini menyasar siswa sekolah dasar dan menengah hingga mahasiswa dari perguruan tinggi di Bali.

Ketua TCI Fakultas Pariwisata Dr. I Gusti Ngurah Widyatmaja menyatakan, kompetisi Chinese Bridge ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan di Universitas Udayana. Peserta yang terdaftar pada kompetisi ini sebanyak 76 orang dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi. Setelah melewati babak penyisihan, peserta yang lolos mengikuti babak final hari ini sebanyak 45 orang. Mereka terdiri dari 15 orang siswa sekolah dasar, 15 orang siswa sekolah menengah, serta 15 orang mahasiswa.
Pada babak final ini, peserta menunjukkan kemampuan bahasa Mandarin dalam lomba pidato dan lomba bakat seni budaya. Ketua TCI Unud menambahkan, pemenang juara pertama di tiap kategori akan mewakili Provinsi Bali pada ajang Chinese Bridge tingkat nasional yang akan berlangsung pada Juni mendatang.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pariwisata Dr. I Wayan Suardana, SST.Par., M.Par. mengatakan, hubungan antara Tiongkok dan Universitas Udayana telah terjalin lama yang direalisasikan dalam berbagai kerjasama akademik melalui hadirnya TCI. Dekan menegaskan, Tiongkok merupakan mitra strategis dalam membangun SDM pariwisata yang unggul.
Kegiatan kerjasama seperti pertukaran mahasiswa dan dosen serta kolaborasi riset yang rutin dilaksanakan merupakan bukti jembatan budaya antara kedua negara. Termasuk kegiatan Chinese Bridge, menurut Dekan, kompetisi ini dapat menjadi wadah belajar tentang inovasi pariwisata dan pelestarian nilai-nilai budaya luhur, baik Indonesia, Bali, dan Tiongkok.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali Ida Ayu Agung Cintya Avitri, S.S. Pihaknya mengapresiasi TCI Universitas Udayana yang memberikan wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan bahasa asing, memperluas wawasan budaya, dan meningkatkan rasa percaya diri dalam berkompetisi. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan tanpa melupakan identitas budaya lokal.

Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok Zhu Yu turut hadir dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan, Chinese Bridge merupakan jembatan yang menghubungkan bahasa dan budaya Tiongkok dan Indonesia. Jalinan kerjasama kedua negara telah berlangsung lama dan telah menjadi mitra yang baik. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat menjadi media bagi kedua negara dalam mempererat hubungan dan menjalin kerjasama lebih luas.