Smart Campus

Smart Campus

I Ketut Gede Darma Putra

Smart Campus (Kampus Cerdas) bukan istilah baru, bahkan bisa dikatakan istilah yang sudah sangat lama muncul. Meski lama istilah ini terus muncul sampai sekarang mungkin disebabkan karena sampai sekarang sangat jarang Kampus setidaknya di Indonesia yang benar-benar mampu mewujudkan smart campus.
Apa sebenarnya Smart Campus? Smart Campus sering dikaitkan dengan keberhasilan Kampus dalam menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk memperkuat tata kelola Kampus baik tata kelola terkait aspek akademik maupun non akademik. Makanya tidak heran ketika kampus berhasil menerapkan suatu sistem informasi, ketika berhasil memperluas jangkauan akses internet, ketika mampu menyiapkan literatur-literatur digital, kemudian mengklaim diri sebagai smart campus.
Tulisan ini mencoba memberikan pendapat yang lebih luas tentang smart campus, melihatnya dari perspektif smart city, karena kedua hal ini sesungguhnya sangat relevan. Berikut adalah karakteristik dari suatu smart campus.

Smart Environment
Karakteristik pertama dari Smart Campus adalah smart environment, dimana kampus memiliki lingkungan yang smart. Clean and Green adalah salah satu kriteria yang sudah cukup bisa digunakan untuk lingkungan yang smart. Dapatkah sebuah kampus dikatakan smart bila lingkungannya kotor, bila lingkungannya gersang, bila toiletnya bau? Sederhana dan sangat logis. Penataan lingkungan kampus adalah skala yang lebih luas dari wujud smart environment.

Smart People
Kriteria berikutnya adalah civitas akademik kampus yang smart. Keramahan, senyum, bertegur sapa, keharmonisan dan profesionalisme kerja dari warga kampus adalah sederetan kriteria yang bisa dimasukan ke dalam karakteristik smart people. Kemampuan pimpinan dalam mengarahkan dan membangun semangat civitas akademika kampus untuk menuju visi misi kampus adalah bagian yang tidak terpisahkan dari karakteristik ini. Kampus perlu memiliki skema yang jelas untuk membangun karakter para pegawai agar memiliki jiwa professional dan spirit untuk melayani.

Smart Economic
Smart Economic berhubungan dengan kemampuan kampus dalam meningkatkan sumber-sumber penerimaan dana PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang akan dikelola kampus. Ini sangat prinsip karena besarnya dana yang dikelola terkait erat dengan penyediaan sarana prasana akademik dan non akademik kampus, penyelenggaraan aktifitas, peningkatan kesejahteraan dosen dan pegawai,  pengelolaan keberlanjutan, serta isu kemandirian kampus. Tantangan besar bagi suatu Kampus dalam hal ini adalah bagaimana meningkatkan secara signifikan sumber dana PNBP diluar penerimaan dana dari mahasiswa.

Smart Governance

Tata Kelola yang cerdas adalah panglima kemajuan pada suatu institusi termasuk kampus. Semakin baik tata kelola suatu kampus maka dapat dijamin semakin maju dan berkualitas kampus tersebut. Kualitas suatu tata kelola erat sekali kaitannya dengan kualitas layanan yang dirasakan oleh para stakeholders internal maupun eksternal.
Beberapa kriteria yang dapat dijadikan sebagai indikator kemajuan suatu tata kelola adalah sebagai berikut. Pertama, proses bisnis yang tertata rapi, jelas, tidak berbelit-belit (sederhana), terukur, dan yang terpenting adalah dipatuhi dalam implementasi.  Kedua, interaksi dan komunikasi yang baik antar unit-unit yang ada pada suatu kampus. Hal ini akan mengurangi sekat-sekat pemisah (gap) dan akan mewujudkan harmoni dalam bekerja bersama antar unit yang pada akhirnya berpengaruh positif pada kemajuan kampus. Ketiga, responsif sebagai ciri dari SDM (sumber daya manusia) pelaku tata kelola selalu berbenah, penguatan (perbaikan) terhadap diri sendiri, untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Keempat, perangkat hukum berupa peraturan perundangan menjadi dasar dari setiap aktifitas. Tidak ada aktifitas tanpa didasari perangkat hukumnya. Kelima, keterbukaan informasi terhadap publik. Keenam, sistem informasi universitas online dan terintegrasi, tidak cukup hanya sistem informasi saja, namun antar sistem harus terintegrasi. Terakhir,  memiliki sinergi yang kuat dengan alumni, lembaga swasta, dan pemerintah.
Indikator kunci yang biasa digunakan dalam smart governance adalah mudah, murah, efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

Smart Technology
Difinisi yang berkembang luas saat ini tentang smart campus adalah terkait smart technology ini. ICT (information and communication Technology) atau TIK mendominasi pada karakteristik ini. Beberapa isu penting terkait TIK adalah ketersediaan Infrastruktur internet, sistem informasi universitas dengan platform online dan terintegrasi, e-elearning, layanan literatur digital, smart card mahasiswa, sistem kehadiran dan akses berbasis biometrika, dan ketersediaan CCTV.

Ketersediaan infrastruktur internet meliputi data center sebagai pusat pelayanan internet dan sistem informasi, kapasitas bandwidth internet yang memadai, koneksitas jaringan berbasis fiber optic, jangkauan hotspot internet dengan coverage yang luas, serta infrastruktur teleconference.
Pada Kampus cerdas sebagian besar proses bisnisnya diperkuat dengan sistem informasi online dan terintegrasi. Mengapa sistem informasi harus online dan terintegrasi? Pada platform online tersirat makna kampus memberikan layanan 24 jam tanpa dibatasi waktu dan tempat, dan makna  penting lainnya adalah pelayanan yang diberikan bersifat objektif dan transparan karena meminimalisasi tatap muka antar pemberi layangan dan user yang dilayani. Pada platform terintegrasi mengisyaratkan makna bahwa seluruh unit dalam suatu kampus memiliki interaksi dan komunikasi yang harmonis, koordinasi dan bekerja bersama memberikan pelayanan yang mudah, tidak mempersulit (tidak berbelit belit), efektif dan efisien. Termasuk juga dalam hal ini adalah aplikasi bebasis mobile yang terintegrasi dengan sistem diatas.
Kampus menyelenggarakan e-learning. Proses belajar mengajar diperkuat dengan teknologi ini. Kampus memiliki fasilitas untuk mendukung e-learning, computer based test, maupun fasilitas teleconference. Perpustakaan kampus dilengkapi dengan layanan literatur-literatur digital baik berupa e-book, e-journal, maupun literatur digital lainnya yang membantu civitas kampus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terkini.
Mahasiswa memiliki smart card sebagai single identity untuk segala keperluan baik terkait pembayaran, proses belajar mengajar, maupun untuk keperluan layanan-layanan lainnya yang disediakan kampus.
Kehadiran teknologi biometrika menjadi salah satu penciri kampus cerdas. Teknologi ini digunakan untuk memantau kehadiran pegawai, kehadiran dosen maupun mahasiwa dalam proses belajar mengajar. Teknologi ini juga digunakan untuk tracking akses ke suatu ruangan atau laboratorium.
Ketersediaan CCTV untuk memantau lingkungan kampus termasuk ruangan sebagai pusat pemantauan tersebut adalah bagian yang tidak terpisahkan dari smart technology.
Lebih luas lagi, yang termasuk ke dalam smart technology adalah bagaimana kampus menggunakan teknologi-teknologi yang hemat energi dan ramah lingkungan.
Tidak mudah memang mewujudkan smart campus, dalam implementasinya muncul versi miniatur, versi yang lebih kecil dari smart campus, seperti smart class room, smart laboratory, smart building, smart department, maupun smart faculty.
Semoga tulisan ini dapat memberikan secercah pencerahan tentang smart campus.

** Segala tanggung jawab terhadap isi dari tulisan ini ada pada penulis
Share Suara Pakar: