Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Humas dan Protokol Tahun 2026 bertempat di Balai Serbaguna Purnomo Prawiro Universitas Indonesia, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan humas dan protokol dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), serta unit kerja di lingkungan Kemdiktisaintek. Universitas Udayana juga turut berperan aktif dalam Rakor Humas dan Protokol ini. Adapun delegasi yang hadir dalam Rakor Humas dan Protokol ini yakni Sub Koordinator Humas I Wayan Sudiatmika, S.Sos dan Tim Protokol drh. I Wayan Sukernayasa, S.KH.,M.Si
Rakor Humas dan Protokol 2026 diselenggarakan sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, serta menyelaraskan arah komunikasi publik pendidikan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kemdiktisaintek dalam memasifkan branding kebijakan Diktisaintek Berdampak, meningkatkan kompetensi kehumasan dan keprotokolan, serta mensosialisasikan Anugerah Humas Diktisaintek dan Anugerah Protokol Diktisaintek Tahun 2026.
Rakor Humas dan Protokol ini dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Fauzan yang menegaskan bahwa pendidikan tinggi saat ini menghadapi tantangan sekaligus peluang besar di tengah perubahan global yang berlangsung cepat. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui inovasi, riset, dan pengabdian. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran yang semakin strategis sebagai pusat inovasi, penggerak transformasi sosial, sekaligus penguat daya saing bangsa.
Lebih lanjut Wamendiktisaintek menyebut bahwa berbagai capaian pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat, perlu dikomunikasikan secara lebih kuat dan strategis agar manfaatnya dapat dipahami publik secara luas. Wamen Fauzan juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi krisis di era digital. Menurutnya, peran humas pendidikan tinggi menjadi semakin strategis karena tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, melainkan membangun narasi yang mampu menjelaskan kontribusi nyata kampus terhadap pembangunan bangsa. Komunikasi publik yang efektif diperlukan untuk menjembatani berbagai capaian perguruan tinggi dengan kebutuhan dan pemahaman masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt. Sesjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco dalam laporannya menyampaikan bahwa tantangan komunikasi publik yang semakin kompleks menuntut fungsi kehumasan dan keprotokolan untuk terus beradaptasi. Humas dan protokol, menurutnya, memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan masyarakat, menjaga reputasi institusi, serta memastikan kebijakan pemerintah dapat dipahami dan diterima secara tepat oleh publik.
Pelaksana Harian (Plh.) Rektor Universitas Indonesia, Ahmad Gamal menyatakan bahwa humas dan protokol merupakan bagian penting dari tata kelola institusi dalam lanskap komunikasi publik yang berubah dengan cepat.
Rakor Humas dan Protokol 2026 diikuti oleh sekitar 350 peserta yang berasal dari PTN, 17 LLDikti, serta pelaksana fungsi humas di lingkungan Kemdiktisaintek. Selama kegiatan, peserta memperoleh berbagai materi mengenai komunikasi publik pendidikan tinggi, komunikasi riset dan inovasi, komunikasi krisis, transformasi kehumasan di era kecerdasan artifisial (AI), hingga penguatan fungsi keprotokolan dengan narasumber dari Pimpinan di Kemdiktisaintek, BPMI, Komisi Informasi, kemudian Pakar Komunikasi Krisis dan Pakar Keprotokolan serta Humas PTN terkemuka.