LOADING...
Udayana University

Serap Aspirasi dan Masukan Untuk Pengembangan Kedepan, Rektor Unud Laksanakan Kunjungan Kerja ke Fakultas Kelautan dan Perikanan

Mei 18, 2026 12:12 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

Jimbaran – Pimpinan Universitas Udayana (Unud) melanjutkan rangkaian visitasi fakultas dengan melaksanakan kunjungan kerja ke Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Dekanat FKP Kampus Jimbaran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi, menyatukan langkah strategis, serta mendorong percepatan transformasi kelembagaan dan pengembangan potensi fakultas berbasis riset dan inovasi.

Kunjungan kerja tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D. bersama para Wakil Rektor dan jajaran pimpinan universitas, serta Dekan FKP beserta seluruh pimpinan fakultas, koordinator program studi, unit kerja, dan sivitas akademika di lingkungan FKP.

Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FKP Prof. Dr. Ir. I Wayan Nuarsa, M.Si yang memaparkan profil fakultas beserta unit-unit yang dimiliki, di antaranya Program Studi Ilmu Kelautan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Akuakultur, dan Magister Ilmu Kelautan, termasuk unit penunjang seperti Unit Uji Kompetensi dan Unit Pengembangan Bisnis. Dalam pemaparannya, Dekan juga menyampaikan berbagai capaian dan tantangan yang dihadapi fakultas dalam pengembangan akademik, sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Dalam arahannya, Rektor Universitas Udayana menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi unit-unit di lingkungan fakultas sekaligus menyerap berbagai masukan guna menyiapkan strategi pengembangan ke depan.

“Silakan sampaikan berbagai masukan dan persoalan yang dihadapi. Kita ingin membangun strategi bersama agar fakultas dapat berkembang lebih cepat dan mampu menjawab tantangan kinerja perguruan tinggi ke depan,” ujar Rektor.

Rektor menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi tantangan besar bagi perguruan tinggi dalam memenuhi target dan beban kinerja dari kementerian. Oleh karena itu, seluruh unit di lingkungan Unud didorong untuk bergerak lebih adaptif, progresif, dan berorientasi pada dampak.

“Kita harus mulai bergerak lebih cepat. Jika bercermin dengan universitas-universitas di Jawa, progres mereka sangat dinamis. Universitas Udayana harus mampu meningkatkan penelitian, membangun Kelompok Bidang Keahlian (KBK), dan memperkuat dampak tridharma,” tambahnya.

Selain itu, Rektor juga menekankan pentingnya transparansi pengelolaan anggaran, penyelesaian berbagai catatan hasil pemeriksaan, serta penerapan skala prioritas dalam pengembangan fasilitas dan program kerja di masing-masing unit.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi Prof. Dr. Eng.Ir. Made Sucipta, ST.,MT.,IPM memaparkan analisis capaian indikator kinerja FKP berdasarkan data tahun 2023 hingga triwulan pertama tahun 2026. Paparan meliputi target dan capaian IKU, realisasi penerimaan fakultas, dosen berkegiatan di luar kampus, pemetaan kerja sama, serta arah strategis pengembangan FKP.

Disampaikan bahwa FKP memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai pusat riset kelautan dan perikanan yang unggul. Selain itu, alokasi anggaran berbasis IKU Tahun 2026 dinilai telah menunjukkan arah pengembangan yang baik, dengan fokus terbesar pada indikator yang mendukung kualitas pembelajaran dan luaran tridharma.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Agoes Ganesha Rahyuda, SE.,MT.,Ph.D memaparkan evaluasi sumber daya FKP yang mencakup aspek kelembagaan, SDM, Barang Milik Negara (BMN), dan keuangan. Dalam bidang SDM, dijelaskan mengenai komposisi dosen dan tenaga kependidikan, capaian sertifikasi dosen, disiplin pegawai, serta implementasi sistem remunerasi berbasis kinerja.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa konsep remunerasi terbaru menitikberatkan pada penguatan kerja tim dan peningkatan kesejahteraan berbasis kinerja, termasuk pemberian penghargaan bagi dosen yang mendapatkan tugas tambahan strategis di unit-unit tertentu.

Diskusi berlangsung dinamis dan produktif dengan berbagai isu strategis yang dibahas secara terbuka, mulai dari capaian indikator kinerja, kebutuhan peningkatan jumlah dosen tersertifikasi, pengembangan unit bisnis, hingga penguatan akreditasi internasional.

Dekan FKP menyampaikan sejumlah klarifikasi terkait capaian indikator kinerja fakultas, termasuk target dosen berkegiatan tridharma di perguruan tinggi lain yang dinilai telah melampaui target kementerian. Selain itu, Dekan juga menjelaskan kondisi sumber daya manusia di FKP, khususnya banyaknya dosen baru yang masih berada pada jenjang tenaga pengajar dan asisten ahli sehingga belum memenuhi syarat sertifikasi dosen.

Pada sesi diskusi, sejumlah program studi juga menyampaikan kebutuhan penguatan fasilitas dan pendampingan akreditasi internasional. Program Studi S1 Ilmu Kelautan, misalnya, tengah dipersiapkan menuju akreditasi internasional ASIIN, sementara Program Studi Akuakultur dan Magister Ilmu Kelautan terus didorong untuk meningkatkan daya saing dan jumlah mahasiswa.
Rektor turut mendorong FKP untuk memperluas jejaring kerja sama internasional, termasuk peluang joint degree, double degree, dan student mobility guna meningkatkan kualitas riset dan publikasi.

“Terkait hibah kapal, kita harus memastikan kebermanfaatannya bagi riset sekaligus mampu memberikan nilai ekonomi. Jangan sampai aset yang kita terima justru menjadi beban. Semua harus dikelola dengan perencanaan yang matang,” tegas Rektor.

Selain itu, turut dibahas rencana pengembangan kerja sama pengolahan sampah terpadu melalui teknologi composting serta peluang kolaborasi dengan pihak industri dalam mendukung program keberlanjutan universitas.

Menutup arahannya, Rektor menegaskan bahwa seluruh masukan dari FKP akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut universitas dalam mendorong peningkatan kualitas layanan, tata kelola, dan kinerja institusi.

“Kita membangun Unud secara bersama-sama. Kunci utamanya adalah komunikasi yang terbuka, kerja sama yang solid, dan semangat untuk terus berkembang. Saya optimis FKP memiliki potensi besar menjadi pusat unggulan riset kelautan dan perikanan yang berdaya saing internasional,” pungkasnya.