LOADING...
Udayana University

Universitas Udayana Jadi Tuan Rumah Kuliah Umum SKK Migas Jabanusa, Wujudkan Kampus Berdampak melalui Penguatan SDM dan Ketahanan Energi

September 07, 2026 11:30 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

Jimbaran — Universitas Udayana (Unud) terus memperkuat perannya sebagai Kampus Berdampak dengan menghadirkan ruang pembelajaran yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peran Unud sebagai tuan rumah Kuliah Umum Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) bertema “Membangun SDM Masa Depan dan Pemahaman Hulu Migas Guna Mengawal Ketahanan Energi Nasional” di Auditorium Widyasabha, Kampus Unud Jimbaran, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan ini mempertemukan jajaran SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Jabanusa dengan sivitas akademika Unud, khususnya mahasiswa. Kuliah umum menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai dinamika industri hulu migas, perkembangan teknologi, kebutuhan kompetensi, peluang karier, serta peran generasi muda dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Udayana yang telah menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, kuliah umum ini memiliki tiga misi utama, yakni memberikan pemahaman mengenai bisnis hulu migas, membangun ruang dialog antara praktisi industri dan akademisi, serta mendorong mahasiswa mengambil peran sebagai ambassador dalam mengawal ketahanan energi nasional.

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., menegaskan pentingnya keterhubungan antara perguruan tinggi dan industri strategis, termasuk sektor energi.

“Universitas memiliki tanggung jawab menghasilkan lulusan yang adaptif dan inovatif. Sinergi seperti inilah yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang relevan dengan pembangunan nasional,” ungkap Prof. I Ketut Sudarsana.

Keterlibatan praktisi industri dalam proses pembelajaran memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia kerja. Hal ini sekaligus memperkuat implementasi Kampus Berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi turut membangun talenta yang siap menjawab persoalan dan kebutuhan pembangunan.

Kuliah umum menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi. Pada sesi pertama, Ronnie Kurniawan membawakan materi mengenai Operational Excellence, penerapan teknologi di lapangan, profil karier, serta tantangan industri hulu migas modern. Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Ketut Buda Artana, S.T., M.Sc. membahas pentingnya integrasi ekosistem akademik dan industri, khususnya dalam pengembangan inovasi teknologi, keselamatan kerja, serta kesiapan sumber daya manusia menghadapi kebutuhan industri masa depan. Sesi tersebut dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama mahasiswa yang membahas perkembangan sektor hulu migas serta peluang pengembangan kompetensi dan karier.

Pada sesi kedua, I Gusti Ngurah Agung Aditya Pramana, S.M., M.M., menyampaikan materi bertajuk “Menjembatani Kesenjangan Informasi Hulu Migas dengan Peran Gen-Z dan Content Creator dalam Mengomunikasikan Isu Hulu”.
Materi ini menekankan posisi strategis generasi Z dan content creator dalam menyampaikan informasi sektor energi secara kreatif, objektif, dan mudah dipahami masyarakat. Peran tersebut menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital dalam membangun literasi publik mengenai energi dan ketahanan energi nasional.

Melalui kegiatan ini, Universitas Udayana memperkuat kontribusinya sebagai Kampus Berdampak dengan mempertemukan pendidikan, dunia industri, pengembangan talenta, dan kebutuhan pembangunan. Sinergi bersama SKK Migas Jabanusa diharapkan terus berkembang dalam penguatan kompetensi sumber daya manusia, inovasi, serta kemitraan untuk mendukung ketahanan energi nasional dan pembangunan yang berkelanjutan.