LOADING...
Udayana University

Prodi Arsitektur Unud Jadi Tuan Rumah Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia, Ruang Akademik Diskusikan Perkembangan Teknologi

September 07, 2026 15:09 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

Denpasar – Arsitektur (Program Magister, Program Sarjana, dan Program Profesi Arsitek) Fakultas Teknik Universitas Udayana menjadi tuan rumah Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia 14 (TI IPLBI 14) dengan puncak acara pada tanggal 3-5 September 2026. Tema tahun ini adalah “Kecerdasan Budaya untuk Lingkungan Binaan Berkelanjutan: Kecerdasan Buatan, Konteks Lokal, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”. Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Bali, Wayan Koster bertempat di Aula Gedung Pascasarjana, Kampus Universitas Udayana, Denpasar, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan ini didukung oleh Universitas Warmadewa, Universitas Ngurah Rai, Institut Desain dan Bisnis Bali, Universitas Dwijendra, Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Bali, Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Provinsi Bali, dan Museum Bali. Kegiatan TI tahun ini meliputi kegiatan seminar nasional, masterclass fenomenologi, masterclass AI, workshop visual note, lomba fotografi, pameran karya, penerbitan buku, dan diakhiri dengan field trip arsitektur. Kegiatan jelajah arsitektur ke Pura Taman Ayun, salah satu cagar budaya nasional, Puri Ageng Mengwi, dan Puri Agung Kerambitan di Tabanan. TI IPLBI 14 tahun 2026 menawarkan atmosfer yang berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kemajuan Artificial Intelligence (AI) telah membuka berbagai kemungkinan baru dalam proses perencanaan, perancangan, konstruksi, pengelolaan, hingga evaluasi lingkungan binaan. Namun, perkembangan tersebut sekaligus menghadirkan pertanyaan penting mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan tanpa mengabaikan manusia, budaya, identitas tempat, dan karakter lokal. Dalam konteks ini, kecerdasan budaya dapat dipandang sebagai kapasitas penting untuk memahami perbedaan budaya, membangun komunikasi lintas budaya, serta menerjemahkan nilai dan pengetahuan budaya ke dalam proses pengembangan lingkungan binaan.

Di sisi lain, penggunaan AI dalam arsitektur dan lingkungan binaan juga membawa tantangan baru. Terdapat risiko bahwa penggunaan teknologi yang terlalu berorientasi pada efisiensi dan standardisasi justru dapat mengurangi sensitivitas terhadap lokalitas, identitas, pengetahuan tradisional, dan kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu, tantangan ke depan bukan semata-mata bagaimana manusia menggunakan AI, tetapi bagaimana kecerdasan manusia, kecerdasan budaya, dan kecerdasan artifisial dapat berkolaborasi dalam menghasilkan lingkungan binaan yang bermakna dan bertanggung jawab.

Persoalan tersebut semakin relevan dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam konteks Indonesia yang memiliki keragaman budaya dan karakter lokal yang sangat tinggi, integrasi antara Cultural Intelligence, Artificial Intelligence, locality, dan sustainable development menjadi agenda penting bagi arsitek, perencana, akademisi, peneliti, pemerintah, praktisi, maupun masyarakat. Untuk itu diperlukan ruang akademik untuk mendiskusikan bagaimana perkembangan teknologi dapat berjalan berdampingan dengan pengetahuan lokal dan nilai budaya, sekaligus menghasilkan inovasi yang relevan terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan.

Atas dasar tersebut, kegiatan TI IPLBI 14 mengangkat tema sebagai forum untuk mempertemukan berbagai perspektif, gagasan, penelitian, dan praktik mengenai masa depan lingkungan binaan. Kegiatan ini dapat menjadi ruang dialog untuk membangun pemahaman bahwa inovasi teknologi dan keberlanjutan tidak harus berhadapan dengan lokalitas dan budaya, tetapi dapat dikembangkan secara kolaboratif, kontekstual, dan saling melengkapi.

Temu Ilmiah tidak hanya menjadi wadah untuk mempresentasikan hasil penelitian dan hasil karya, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama yang memperkuat tradisi akademik melalui pertukaran gagasan, refleksi kritis, dan pengembangan kapasitas peserta.