Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya penanggulangan bencana dan kesehatan masyarakat melalui pengiriman Relawan Batch I ke wilayah terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pada penugasan tahap pertama ini, dua mahasiswa Konsentrasi Epidemiologi Lapangan atau Field Epidemiology Training Program (FETP) Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat (MIKM) FK Unud, Putu Dian Andryani dan Nyoman Dian Pradnya Paramitha, ditugaskan sebagai tenaga epidemiologi untuk mendukung respons kesehatan di Kabupaten Sikka, NTT.

Penugasan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memperkuat kapasitas tenaga epidemiologi di wilayah terdampak bencana. Gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026 telah menimbulkan krisis kesehatan dan meningkatkan kebutuhan akan dukungan tenaga kesehatan, termasuk tenaga epidemiologi. Sistem surveilans kesehatan di sejumlah wilayah terdampak juga masih menghadapi berbagai keterbatasan, sehingga diperlukan penguatan dalam pengumpulan, pengolahan, analisis, dan pelaporan data kesehatan sebagai dasar pengambilan keputusan selama masa tanggap darurat.
Dalam menjalankan tugas di Kabupaten Sikka, kedua mahasiswa FETP FK Unud bekerja bersama mentor dan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Kegiatan yang dilakukan meliputi surveilans epidemiologi bencana, pengumpulan dan analisis data kesehatan, pemantauan perkembangan situasi kesehatan masyarakat, serta dukungan terhadap sistem respons kedaruratan kesehatan di wilayah terdampak.

Besarnya tantangan kesehatan pascabencana tercermin dari data situasi yang dilaporkan hingga 27 Agustus 2026. Tercatat sebanyak 175.909 orang mengungsi dan 118 fasilitas pelayanan kesehatan mengalami dampak kerusakan di tujuh kabupaten terdampak. Di Kabupaten Sikka sendiri tercatat 7.557 pengungsi, sehingga pemantauan kondisi kesehatan masyarakat secara cepat dan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam respons bencana.
Keterlibatan mahasiswa FETP dalam respons ini menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan di FK Unud yang mengintegrasikan pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, dan respons terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat secara nyata. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan untuk menerapkan kompetensi epidemiologi dalam situasi kedaruratan, tetapi juga belajar bekerja dalam sistem komando dan koordinasi penanggulangan bencana, berkolaborasi dengan berbagai sektor, serta menggunakan informasi epidemiologi sebagai dasar pengambilan keputusan kesehatan masyarakat.

Pengiriman Relawan Batch I ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen FK Unud untuk terus berkontribusi dalam respons kemanusiaan dan penanggulangan masalah kesehatan masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi bencana yang membutuhkan dukungan keilmuan, tenaga profesional, serta kolaborasi lintas institusi.