DENPASAR — Kantor Urusan Internasional (International Office) Universitas Udayana (Unud) bekerja sama dengan Naresy International Education Consultant (NIEC) Indonesia menggelar Workshop bertajuk “SPEAK UP! – Building Confidence and Effective English-Speaking Skills”. Acara yang dihadiri oleh sekitar 100 mahasiswa Unud ini diselenggarakan untuk memberikan pembekalan, meningkatkan kepercayaan diri, serta mendorong motivasi para mahasiswa yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri. Acara bertempat di Aula Nusantara, Gedung Agrokomplek, Kampus Unud Denpasar (9/9/26).

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi Universitas Udayana, Prof. Dr. Eng. Ir. Made Sucipta, S.T., M.T., IPM., yang hadir mewakili Rektor Unud. Dalam sambutannya, Prof. Made Sucipta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KUI Unud dan NIEC Indonesia atas inisiasi dan kolaborasi yang dinilai sangat strategis bagi pengembangan kompetensi mahasiswa di tingkat global.

“Bagi adik-adik yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri, kemampuan bahasa Inggris bukan hanya mengenai kemampuan memahami perkuliahan atau membaca materi akademik. Yang lebih penting adalah kemampuan untuk menyampaikan gagasan, mengemukakan pendapat, berpartisipasi dalam diskusi, serta membangun komunikasi di lingkungan internasional,” tegas Prof. Made Sucipta sebelum membuka acara secara resmi. Beliau juga berpesan agar para peserta tidak takut melakukan kesalahan dan aktif berinteraksi selama kegiatan.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Unud, Putu Ayu Asty Senja Pratiwi, S.S., M.Hum., Ph.D., menekankan komitmen KUI dalam memfasilitasi berbagai peluang internasionalisasi bagi mahasiswa Unud.
“Di International Office, kami punya banyak peluang untuk mengirim Adik-adik ke luar negeri, baik itu short course, internship, hingga exchange study. Namun, yang harus diperhatikan adalah kemampuan bahasa Inggris. Itulah tujuan utama acara ini diadakan,” ujar Senja Pratiwi. Ia juga menambahkan bahwa informasi mendetail mengenai peluang studi, salah satunya di Griffith University, turut dipaparkan untuk memberikan gambaran nyata bagi para mahasiswa.

Pada kesempatan yang sama, Founder & CEO NIEC Indonesia, Arnantyo Naresyworo, membagikan kisah personalnya saat pertama kali menempuh pendidikan di Selandia Baru pada usia 18 tahun dengan kemampuan bahasa Inggris yang sangat terbatas. Pengalaman tersebut sempat membuatnya canggung, namun menjadi titik balik (moment of truth) untuk keluar dari zona nyaman dan belajar memberanikan diri berkomunikasi dengan siapa saja.
“Pendidikan di luar negeri adalah salah satu privilege terbesar untuk siapa saja. Saya tidak mengategorikan bahwa hanya orang pintar atau mampu saja yang bisa kuliah ke luar negeri. Semua mahasiswa, dari latar belakang ekonomi dan kemampuan apa pun, harus mengejar mimpinya,” tegas Arnantyo. Ia menambahkan bahwa manfaat utama studi ke luar negeri adalah pengalaman hidup, pembentukan karakter, serta peningkatan rasa percaya diri (confidence).
Melalui pelaksanaan workshop ini, KUI Unud dan NIEC Indonesia berharap para peserta dapat terinspirasi untuk lebih berani menyuarakan pendapat dalam bahasa Inggris serta segera melengkapi berkas administrasi guna memanfaatkan berbagai program pertukaran pelajar maupun beasiswa internasional di masa mendatang.