LOADING...
Udayana University

Respon Dampak Antrean BBM, Tim Pengabdian Unud Terunkan Personel Terpadu Bagikan Makanan, Air Mineral, dan Layanan Medis

Oktober 17, 2026 07:48 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

JIMBARAN — Menanggapi situasi antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) yang masih mengular akibat kendala pasokan di wilayah Bali, Universitas Udayana (Unud) melancarkan aksi tanggap lapangan. Melalui tim gabungan pengabdian kepada masyarakat, Unud menerjunkan 50 personel yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan pegawai untuk menyapa langsung masyarakat serta mahasiswa yang terdampak antrean panjang di sekitar kawasan Kampus Bukit Jimbaran.

Aksi pengabdian masyarakat ini digawangi oleh kolaborasi tiga unsur utama Unud, yaitu Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Kemahasiswaan yang mengoordinasikan jajaran mahasiswa, serta Tim Bantuan Medis (TBM) Janar Duta Fakultas Kedokteran Unud.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Kamis, 15 Oktober, dan dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 17 Oktober. Mengingat waktu tunggu di area SPBU yang dapat mencapai 2 hingga 4 jam, tim pengabdi Unud memfokuskan aksi pada penyaluran paket air mineral, makanan ringan, serta siaga tenaga kesehatan untuk mengantisipasi dampak kelelahan fisik maupun dehidrasi pengendara di bawah terik matahari.

Adapun sasaran aksi kemanusiaan ini mencakup tiga titik SPBU vital di sekitar wilayah Kampus Bukit Jimbaran, yakni: SPBU Unud, SPBU Jimbaran, dan SPBU Taman Griya.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Unud menyampaikan bahwa kehadiran tim di lapangan merupakan langkah taktis dan wujud empati nyata Unud terhadap kondisi masyarakat yang sedang berjuang mendapatkan BBM.

“Hari ini seluruh tim sebanyak 50 personel gabungan dari dosen dan mahasiswa telah menyelesaikan penjangkauan di tiga titik SPBU tersebut. Kehadiran tim medis dan bantuan logistik dasar ini diharapkan dapat membantu menjaga stamina warga serta mahasiswa selama masa tunggu,” ujarnya.

Unud juga menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi di lapangan. Apabila pasokan BBM belum stabil dan antrean panjang masih berlanjut setelah tanggal 17 Oktober, Tim Pengabdi Unud siap untuk kembali turun melanjutkan aksi pendampingan.

Segenap sivitas akademika Universitas Udayana mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan, ketertiban, dan kesehatan selama mengantre, serta berharap jalur distribusi pasokan BBM di seluruh Bali dapat segera kembali lancar dan normal.