LOADING...
Udayana University

Rektor Unud Terima Audiensi Kepala BMKG, Bahas Kolaborasi Riset Mitigasi Bencana dan Pengembangan SDM

Oktober 16, 2026 08:38 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

Jimbaran — Universitas Udayana (Unud) menerima audiensi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., pada Selasa (13/10/2026). Pertemuan ini bertujuan mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menjajaki peluang penguatan kerja sama strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., beserta jajaran pimpinan Unud. Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unud menyambut baik peluang kerja sama dan menyampaikan kesiapan universitas untuk mendukung kolaborasi melalui riset serta peningkatan kapasitas SDM.

“Universitas Udayana menyambut baik peluang kerja sama dengan BMKG, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat mengoptimalkan potensi akademik dan keahlian yang dimiliki kedua institusi untuk menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rektor Unud.

Sementara itu, Kepala BMKG, Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan Unud. Ia menekankan pentingnya memperluas kolaborasi riset, termasuk dalam evaluasi teknologi infrastruktur mitigasi bencana. Salah satu hal yang dibahas adalah bangunan untuk Multi-Hazard Early Warning System di balai BMKG yang menggunakan teknologi Seismic Base Isolation.

Kepala BMKG membuka peluang keterlibatan mahasiswa Unud untuk mengevaluasi efektivitas desain bangunan tersebut terhadap skenario gempa rencana.

“Semoga kerja sama kita juga semakin luas, Pak Rektor. Tadi kita berdiskusi banyak, ada bangunan penting untuk Multi-Hazard Early Warning System di balai yang menggunakan teknologi Seismic Base Isolation. Kalau perlu, desainnya diberikan ke mahasiswa Pak Rektor untuk dievaluasi, kira-kira apakah efektif dengan gempa rencana,” ungkap Prof. Teuku Faisal Fathani.

Selain kolaborasi riset, pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan SDM melalui pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) bagi pegawai BMKG di lingkungan Pascasarjana Unud, khususnya Program Studi Ilmu Lingkungan. Pembahasan juga mencakup kajian perubahan iklim, pergeseran musim, mitigasi bencana hidrometeorologi, serta analisis kala ulang (return period) untuk mendukung perencanaan infrastruktur kebencanaan. Peluang magang bagi mahasiswa, pelibatan pakar BMKG sebagai dosen praktisi, dan pemanfaatan data teknis BMKG untuk penelitian akademik turut menjadi perhatian dalam audiensi tersebut.

Kepala BMKG menegaskan bahwa pengembangan kapasitas pendidikan dan SDM merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan pelayanan BMKG kepada masyarakat luas. Kita memerlukan SDM yang unggul dan utuh. Utuh itu tidak hanya selembar ijazah, tetapi juga memiliki ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pengabdian yang tinggi, dan kebinekaan global,” tegasnya.

Melalui audiensi ini, Universitas Udayana dan BMKG diharapkan dapat menindaklanjuti berbagai peluang kolaborasi melalui Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Sinergi kedua institusi diharapkan mampu memperkuat pendidikan, penelitian, pengembangan SDM, serta inovasi di bidang mitigasi bencana dan pelayanan publik.