JIMBARAN – Universitas Udayana (Unud) menjadi tuan rumah lokal (local host) penyelenggaraan IEEE Region 10 Conference (TENCON) 2026 yang resmi dibuka pada Minggu (11/10/2026) di InterContinental Bali Resort, Jimbaran, Bali. Mengusung tema “Intelligent Systems for Resilient and Sustainable Society”, konferensi teknologi internasional ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, insinyur, dan praktisi untuk bertukar pengetahuan serta memperkuat kolaborasi dalam pengembangan teknologi yang berkelanjutan.

Mewakili Rektor Universitas Udayana, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi, Prof. Dr. Ir. I Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., M.A.A.G.B., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan IEEE Region 10 dan IEEE Indonesia Section kepada Unud sebagai tuan rumah konferensi tersebut. Ia menilai keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kepanitiaan menjadi wujud kontribusi sivitas akademika dalam mendukung penyelenggaraan forum ilmiah internasional.
“Universitas Udayana sangat bangga menjadi local host untuk TENCON 2026. Banyak dari dosen kami yang bekerja keras di panitia penyelenggara, serta relawan mahasiswa dari IEEE Student Branch Udayana yang memberikan kontribusi terbaik mereka. Kolaborasi ini menunjukkan betapa kuat dan bersatunya komunitas IEEE di kawasan ini,” ujar Prof. Alit Susanta Wirya.

Ia menambahkan, tema konferensi tersebut juga relevan dengan filosofi Tri Hita Karana yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Bali. Filosofi ini menekankan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan. Nilai tersebut sejalan dengan pengembangan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan manusia.
“Di Bali, kami memiliki filosofi lokal yang disebut Tri Hita Karana. Filosofi ini mengajarkan kita untuk menjaga kehidupan yang seimbang dan harmonis dengan sesama manusia, dengan alam, dan dengan Tuhan. Kami percaya teknologi harus bekerja dengan cara yang sama—teknologi harus membantu kehidupan manusia sembari tetap menjaga lingkungan kita agar tetap aman,” ungkapnya.
Penyelenggaraan TENCON 2026 berlangsung pada momentum transformasi Universitas Udayana menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) sejak 1 September 2026. Perubahan status ini menjadi bagian dari upaya penguatan otonomi perguruan tinggi yang disertai tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pendidikan, riset, inovasi, dan kemitraan internasional.

General Chair TENCON 2026, Prof. Wahyudi Hasbi, menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan platform penting bagi komunitas teknologi internasional untuk bertukar pengetahuan dan membangun kolaborasi lintas disiplin maupun negara. Ia berharap pertemuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengembangan jejaring profesional dan kerja sama ilmiah.
“Sebagai konferensi teknis unggulan IEEE Region 10, TENCON berfungsi sebagai platform penting bagi para peneliti, insinyur, profesional, akademisi, mahasiswa, dan pemimpin teknologi untuk bertukar pengetahuan serta membangun kolaborasi lintas disiplin dan batas negara. Kami berharap konferensi ini memberikan pengetahuan yang berharga, hubungan profesional yang bermakna, kolaborasi yang produktif, serta pengalaman yang tak terlupakan,” ungkap Prof. Wahyudi Hasbi.

Sementara itu, Chair IEEE Indonesia Section, Prof. Kurnianingsih, menyampaikan bahwa penyelenggaraan TENCON 2026 menandai kembalinya konferensi tersebut ke Indonesia setelah terakhir kali digelar di Tanah Air pada 2011. Ia berharap pertemuan ini dapat memperkuat hubungan antarkomunitas ilmiah dan membuka peluang kolaborasi baru di bidang teknologi dan inovasi.
“Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah TENCON pada tahun 2011. Kini, 15 tahun kemudian, kami bangga menyambut kembali komunitas IEEE internasional ke negara kami. Merekam motto seksi kami, ‘Unity in Diversity, Bridging Cultures, Empowering Innovation’, keberagaman latar belakang dan perspektif di sini menciptakan peluang besar untuk saling belajar dan bekerja sama,” tutur Prof. Kurnianingsih.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan TENCON 2026 juga disampaikan oleh Director IEEE Region 10, Prof. Takako Hashimoto. Ia menyoroti sifat interdisipliner tema konferensi yang membutuhkan kontribusi dari berbagai bidang keilmuan serta mengapresiasi dukungan Universitas Udayana dan panitia penyelenggara di Indonesia.
“Topik TENCON kali ini sangat luar biasa, bersifat interdisipliner dan tidak dapat dicapai hanya dengan satu bidang teknis saja. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Udayana dan tim penyelenggara di Indonesia atas usaha luar biasa dalam menggelar acara besar ini. Saya mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi, saling mengenal, dan menemukan koneksi serta kawan-kawan baru di sini,” kata Prof. Takako Hashimoto.
Pembukaan TENCON 2026 ditandai dengan seremoni penekanan tombol aktivasi dan pemotongan kue dalam rangka peringatan IEEE Day 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan IEEE dan panitia penyelenggara, termasuk Dr. Andrew Delorey selaku Vice President IEEE MGA serta Prof. Sameer selaku Director-Elect IEEE Region 10.
Keterlibatan Universitas Udayana sebagai tuan rumah TENCON 2026 menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat rekognisi internasional, memperluas jejaring kemitraan, serta mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkelanjutan. Melalui forum ini, Unud turut membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas ilmiah internasional untuk menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.