Universitas Udayana (Unud) lakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Perlindungan Hukum Satwa Indonesia sebagai langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan tersebut dilakukan di Ruang Rapat Rektor, Gedung Pascasarjana Universitas Udayana Jl. PB. Sudirman Denpasar Bali, (Senin, 26/10/26).
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Udayana, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Peternakan, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Direktur Kemitraan Institusi, dan Ketua Yayasan Perlindungan Hukum Satwa Indonesia beserta tim.
Dalam sambutannya Rektor Unud Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, ST, Ph.D menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan oleh Yayasan Perlindungan Hukum Satwa Indonesia kepada Universitas Udayana, khususnya Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan. Rektor sangat berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagi kedua belah pihak.
Kerja sama ini menjadi sangat relevan jika kita melihat kondisi di Bali yang sangat erat kaitannya dengan filosofi Tri Hita Karana yakni keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam lingkungan. Komponen alam dan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan di Bali. Masyarakat Bali memiliki tradisi dan ritual yang juga bersinggungan langsung dengan satwa. Oleh karena itu, bagaimana kita memberikan perlindungan dan etika yang adil tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada satwa, menjadi hal yang sangat penting untuk kita kedepankan.
Dengan dilaksanakan kegiatan ini diharapkan riset-riset kerjasama dapat dikembangkan lebih lanjut dalam upaya perlindungan satwa di Indonesia. Ruang lingkupnya sangat luas, mulai dari penanganan hewan peliharaan di mana kami di Fakultas Kedokteran Hewan kini telah memiliki fasilitas klinik dan berencana mengembangkan rumah sakit hewan yang lebih besar hingga perlindungan terhadap satwa liar di alam bebas.
Melalui kolaborasi ini, kita juga ingin menjembatani antara aspek akademis dan teori yang dimiliki oleh institusi pendidikan dengan kepakaran serta praktik nyata para praktisi di lapangan dari pihak Yayasan. Dengan bersinerginya akademisi kampus dan praktisi di lapangan, kita dapat menciptakan program-program yang berdampak nyata bagi kesejahteraan satwa.

Kami sangat berharap MoU ini tidak berhenti sekadar menjadi dokumen administratif yang mati di atas kertas. Dokumen ini harus segera di implementasikan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih rinci dan teknis, serta dievaluasi secara berkala. “Mudah-mudahan kerja sama ini membawa berkah, kemajuan, serta langkah nyata bagi perlindungan satwa dan kelestarian alam di Indonesia”, ujar Rektor.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perlindungan Hukum Satwa Indonesia Fiolita Berandhini Saichu, S.H., M.A menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas terjalinnya kemitraan yang luar biasa ini. Selama tiga tahun terakhir berkolaborasi, kami sangat bangga melihat berbagai inovasi dan program positif yang berhasil diwujudkan bersama.
Kami juga memberikan apresiasi tinggi atas komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa. Melalui kegiatan bootcamp yang telah diselenggarakan, jangkauan program kini menjadi jauh lebih luas dan bersifat multidisiplin.
Selama ini, isu kesejahteraan hewan sering kali diidentikkan hanya sebatas ranah akademis Fakultas Kedokteran Hewan atau Fakultas Peternakan saja. Padahal, isu ini memiliki implikasi yang sangat luas terhadap berbagai bidang keilmuan lainnya termasuk Fakultas Hukum guna memperkuat aspek regulasi dan hukum perlindungan satwa di Indonesia.
Selain itu, kami sangat terbantu dengan adanya inovasi-inovasi terbaru dari FKH, seperti penciptaan program ‘Avatara’, yang secara signifikan mempermudah kerja-kerja operasional di lapangan serta memperluas kesadaran publik.”
Melalui kegiatan ini, kami berharap ruang lingkup kerja sama dapat semakin diperluas ke fakultas-fakultas lain di lingkungan universitas. Kami juga berencana untuk kembali melanjutkan program-program unggulan pada tahun depan, termasuk pelatihan bagi para pelatih (Training of Trainer) bagi para mahasiswa.
Sebelum memulai pelaksanaan program di tahun mendatang, tentu kita akan meluangkan waktu untuk melaksanakan evaluasi bersama guna meninjau capaian serta pelaksanaan program selama tahun ini secara teknis.”
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak universitas atas dukungan penuh, serta sinergi yang terjalin dengan sangat baik. Besar harapan kami, peningkatan kapasitas ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi para mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.