LOADING...
Udayana University

Perkuat Jejaring Global, Universitas Udayana Inisiasi Kolaborasi Riset Bersama Anggota IAB

Oktober 29, 2026 10:37 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

DENPASAR – Universitas Udayana (Unud) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyelenggarakan Workshop Inisiasi Kolaborasi Riset Antarpeneliti di Universitas Udayana dan International Advisory Board (IAB) Members dengan fokus pada kluster Humanities and Social Sciences, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula FISIP Lantai IV, Gedung FISIP, Kampus Sudirman, Denpasar, ini bertujuan memperkuat jejaring akademik internasional dan mendorong pengembangan riset kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat.

Workshop ini menghadirkan Adrian Vickers, BA (Hons), F.A.H.A., Ph.D., Professor Emeritus pada Faculty of Arts and Social Sciences, The University of Sydney, Australia, serta Dr. I Gede Hendrawan, S.Si., M.Si., Ph.D., Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana. Selain itu, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., turut memberikan materi tambahan untuk memperkaya diskusi mengenai pengembangan kolaborasi riset dalam kluster Humanities and Social Sciences. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Satuan Penjaminan Mutu (SPM), Dekan FISIP, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FISIP, Tim Sekretariat IAB, Tim Kantor Urusan Internasional (KUI), serta 56 dosen yang memiliki bidang penelitian dalam kluster tersebut.

Dalam arahannya, Rektor Universitas Udayana menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi kebudayaan dan pariwisata Bali sebagai keunggulan akademik Unud di tingkat internasional. “Kekuatan kita adalah di kebudayaan, ciri keunikan kita adalah kebudayaan dan pariwisata. Apakah kita kuat di dalam hal itu? Itu, mari kita tanyakan diri kita masing-masing,” tegas Rektor. Ia juga mendorong para peneliti untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan meninggalkan pola kerja yang terfragmentasi guna menjawab berbagai tantangan, mulai dari pengembangan pariwisata berkelanjutan hingga persoalan sosial dan kebijakan publik.

Sementara itu, Prof. Adrian Vickers membagikan pengalamannya dalam dunia penelitian dengan menekankan pentingnya membangun relasi sebagai fondasi kolaborasi akademik. Menurutnya, pertemuan informal kerap menjadi sarana efektif bagi para peneliti untuk menemukan kesamaan minat, kecocokan perspektif, dan peluang kerja sama. Relasi yang terbangun dengan baik dapat menjadi modal penting dalam mengembangkan kolaborasi riset yang kuat sekaligus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah. Sejalan dengan hal tersebut, Dr. I Gede Hendrawan memaparkan arah transformasi ekosistem riset Unud menuju universitas riset yang terintegrasi, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak, melalui penguatan konsorsium multidisiplin, peningkatan daya saing pendanaan eksternal, serta pengembangan penelitian dan publikasi bersama.


Workshop ini juga mengidentifikasi lima tema unggulan kolaborasi riset dalam kluster Humanities and Social Sciences, yaitu Cultural Heritage and Sustainable Tourism, Governance, Public Policy, and Sustainability, Community Resilience and Social Transformation, Digital Humanities and Cultural Innovation, serta Indigenous Knowledge and Environmental Governance. Kelima tema tersebut menjadi landasan untuk mengembangkan agenda riset bersama antara peneliti Unud dan anggota IAB, dengan memanfaatkan potensi lokal Bali sekaligus merespons berbagai tantangan global.

Melalui kegiatan ini, Universitas Udayana berharap dapat memperluas jejaring kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas dan daya saing penelitian, serta mendorong publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Sinergi antara peneliti Unud dan anggota IAB diharapkan mampu menghasilkan penelitian yang inovatif dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta memperkuat posisi Universitas Udayana dalam jejaring akademik global.