Denpasar – Program Studi Spesialis Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana mengikuti proses Asesmen Lapangan dari LAM-PTKes bertempat di Ruang Pertemuan A.A. Made Djelantik Lt. 4 Fakultas Kedokteran Universitras Udayana, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Unud yang dalam kesempatan ini diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc.,Ph.D.
Dalam Asesmen Lapangan ini, hadir tiga orang asesor yakni Prof. dr. Wiwien Heru Wiyono, Ph.D, Sp.P(K), FISR, FCCP (UI), Prof. dr. Rahmawati Minhajat, Ph.D. K-HOM, FINASIM (Unhas), dan Prof. Dr. dr. H. Djanggan Sargowo, Sp.PD, Sp.JP(K), FIHA, FACC, FCAPC, FESC, FASCC (UB). Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Senat FK Unud, Dekan dan Wakil Dekan FK, Para Ketua Lembaga, Kepala UPT, Direktur RS Jejaring, Para Ketua Departemen, Para Koordinator Prodi, Tim Task forces, Dosen, Mahasiswa, Alumni, serta undangan lainnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Unud Prof. Dr. dr. I Gede Eka Wiratnaya, Sp.OT, Subsp. Baik. Ort. R(K) dalam sambutannya menyampaikan, FK Unud saat ini memiliki sebanyak 38 Program Studi yang terdiri dari 6 Prodi Sarjana dengan 4 Prodi Profesi, 3 Prodi Magister, 1 Program Doktor, 21 Program Spesialis dan 3 Program Subspesialis. Tahun 2026 ini, FK memiliki target 7 akreditasi, dan bulan ini waktu yang paling padat. Beberapa waktu yang lalu baru saja menyelesaikan akreditasi Prodi BTKV (Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular), dan hari ini langsung berlanjut ke Prodi Pulmonologi. Kemudian, pada tanggal 20 nanti akan dilanjutkan dengan Prodi Spesialis Penyakit Dalam.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pihaknya berkomitmen melaksanakan penjaminan mutu sesuai kebutuhan prodi untuk menjaga kualitas lulusan. Hal ini tentu tidak lepas dari dukungan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan SPME. Struktur penjaminan mutu di FK sudah lengkap yakni tingkat universitas (LP3M), tingkat fakultas (UP3M) dan tingkat Prodi (TPPM). Disamping itu juga melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) setiap tahun dengan sistem auditor silang antar fakultas untuk menjaga objektivitas penilaian. Hasil audit tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) berjenjang dari tingkat prodi hingga universitas.
Selain itu disampaikan, bahwa baru-baru ini Prodi Spesialis Penyakit Dalam dan Prodi Doktor Ilmu Biomedis telah meraih predikat Unggul, dan berharap Prodi BTKV dan Prodi Pulmonologi juga bisa menyusul meraih nilai Unggul. Pencapaian ini sangat penting karena Unud sedang bersiap untuk Akreditasi Perguruan Tinggi (APT). Pihaknya menargetkan tambahan prodi unggul agar proses APT berjalan lancar.
“Kami dari pihak dekanat dan rektorat akan memberikan dukungan penuh, baik data maupun dokumen yang diperlukan selama 3-4 hari ke depan agar asesmen lapangan ini berjalan maksimal,” ujar Dekan FK.

Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. I Nengah Sujaya menyampaikan, Universitas Udayana terus berkomitmen memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sesuai regulasi nasional terbaru (Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023). Fakultas Kedokteran saat ini mengampu 28 persen dari total program studi di Universitas, Fakultas Kedokteran menjadi tolok ukur utama dalam penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) secara otomatis. Mengingat prinsip zero default dalam dunia medis, standar tinggi di Fakultas Kedokteran mutlak diperlukan demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Saat ini, 63 persen prodi di Universitas Udayana telah terakreditasi Unggul/A. Kami memandang asesmen lapangan Program Studi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi ini bukan sebagai beban, melainkan peluang berharga untuk mendapatkan masukan dari para asesor guna meningkatkan kualitas pendidikan berbasis dampak. Saat ini, Universitas Udayana sedang dalam proses transformasi menjadi PTN-BH melalui berbagai reformasi internal dan restrukturisasi organisasi. Akreditasi ini merupakan langkah penting untuk mencapai standar internasional dan memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas.
“Kami berharap masukan dari Bapak/Ibu Asesor dapat membantu kami memastikan bahwa lulusan spesialis kami memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Selamat bertugas kepada tim asesor dan selamat berjuang bagi seluruh tim program studi. Semoga kegiatan ini membuahkan hasil terbaik,” ujar Prof. Sujaya.

Perwakilan Tim Asesor LAM-PTKes Prof. Wiwien Heru Wiyono dalam kesempatan ini menyampaikan, kehadiran tim asesor merupakan amanah dari LAM-PTKes untuk melakukan akreditasi Program Studi Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Sistem akreditasi saat ini telah berubah dari yang sebelumnya berbasis angka (kuantitatif) menjadi berbasis narasi (kualitatif). Asesor kini dituntut memberikan penjelasan mendalam mengenai kekurangan, saran perbaikan, serta keunggulan yang harus dipertahankan.
Berdasarkan data ujian nasional spesialis paru terbaru, lulusan Universitas Udayana berhasil menduduki peringkat tiga besar terbaik di Indonesia. Hal ini membuktikan kualitas pendidikan Unud mampu bersaing dengan 20 prodi pulmonologi lainnya di tanah air. Sejak didirikan 11 tahun yang lalu, lulusan Pulmonologi Unud telah tersebar luas hingga wilayah timur Indonesia (Maluku dan Papua), menunjukkan peran nyata dalam menyediakan tenaga spesialis.

Meskipun pemerintah mendorong pembukaan program spesialis secara luas, LAM-PTKes tetap berkomitmen menjaga standar mutu. Akreditasi ini dilakukan untuk memastikan peningkatan kuantitas lulusan tetap dibarengi dengan kualitas dan kompetensi medis yang tinggi.
“Mari kita bekerja sama dalam proses akreditasi ini. Semoga hasilnya sesuai dengan harapan kita semua,” ucapnya.