Sebagai implementasi nyata program Kampus Berdampak, Kelompok Bina Desa Sayan 2026 Fakultas Hukum Universitas Udayana menggelar Focus Group Discussion (FGD) Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) Tradisi Laban Godel pada Sabtu (24/5/2026) di Aula Kantor Desa Sayan, Ubud.
Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat menjaga, melindungi, dan memperkuat identitas budaya lokal melalui pendekatan akademik dan hukum. Melalui FGD ini, Fakultas Hukum Universitas Udayana mendorong pencatatan resmi Tradisi Laban Godel sebagai Ekspresi Budaya Tradisional guna memperoleh perlindungan dan pengakuan negara terhadap warisan budaya masyarakat Desa Sayan.

FGD dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, perangkat desa, dan masyarakat adat setempat. Diskusi berlangsung aktif dan interaktif sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap keberlangsungan Tradisi Laban Godel yang memiliki nilai religius, historis, dan sosial budaya bagi masyarakat Desa Sayan.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari unsur akademisi dan pemangku kepentingan terkait, yakni Prof. Dr. Ni Ketut Supasti Dharmawan, S.H., M.Hum., LL.M. dan Putu Aras Samsithawrati, S.H., LL.M. selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana. Hadir pula perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali Putu Edi Wahyudi, A.Md., S.Kom., M.H., serta perwakilan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Gianyar I Nyoman Mudita, S.T., M.AP.
Dalam forum ini, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai pentingnya inventarisasi, dokumentasi, serta perlindungan hukum terhadap Ekspresi Budaya Tradisional sebagai bagian dari kekayaan intelektual komunal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penghimpunan data dan informasi terkait Tradisi Laban Godel yang nantinya akan digunakan dalam proses pencatatan resmi sebagai warisan budaya daerah.
Melalui program Bina Desa, Universitas Udayana terus memperkuat perannya sebagai kampus yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui pelestarian budaya, pemberdayaan komunitas, dan penguatan nilai-nilai lokal Bali.