DENPASAR – Universitas Udayana terus memperkuat komitmennya sebagai Kampus Berdampak dengan memastikan kolaborasi bersama pemerintah daerah menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Penandatanganan Perpanjangan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Universitas Udayana dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Jumat (14/8/2026), bertempat di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., Direktur Rumah Sakit Asy-Syifa, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, serta Rektor Universitas Udayana bersama jajaran pimpinan di antaranya Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Unud.
Kerja sama yang telah terjalin sejak 2016 ini menjadi bukti keberlanjutan kemitraan antara Universitas Udayana dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam mendukung pembangunan daerah. Perpanjangan MoU sekaligus menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi yang sebelumnya telah berjalan di sektor kesehatan menuju berbagai sektor strategis lainnya.
Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., menyampaikan bahwa perpanjangan kerja sama bukan sekadar pembaruan dokumen, tetapi merupakan peneguhan komitmen untuk melanjutkan kolaborasi yang telah memberikan manfaat.
“Kita tidak sekadar menandatangani sebuah dokumen, tetapi meneguhkan komitmen untuk melanjutkan dan memperluas kolaborasi yang telah terbukti memberikan dampak positif.”

Salah satu bentuk nyata kerja sama yang telah berjalan adalah penugasan dokter-dokter residen senior Fakultas Kedokteran Universitas Udayana di RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat. Kehadiran para dokter residen tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dalam memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif di daerah.
Ke depan, kolaborasi akan terus dikembangkan melalui implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ruang kerja sama juga mencakup peningkatan kompetensi ASN dan SDM, kesempatan studi lanjut, penelitian bersama sebagai dasar kebijakan pembangunan berbasis bukti, KKN tematik, serta pengembangan inovasi pada sektor kesehatan, pertanian, pariwisata, lingkungan, ekonomi kreatif, dan tata kelola pemerintahan.
Rektor menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir sebagai mitra pembangunan, bukan hanya melalui lulusan dan publikasi ilmiah, tetapi juga melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang menjawab persoalan masyarakat.
“Tugas kita bukan hanya menghasilkan lulusan dan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.”
Rektor berharap perpanjangan kerja sama ini menjadi awal dari semakin banyak program bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumbawa Barat.

Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan kerja sama tersebut. Ia berharap kolaborasi dengan Universitas Udayana tidak hanya berkembang di bidang kesehatan, tetapi juga dapat diperluas ke sektor lain seperti pariwisata dan pertanian, sesuai dengan potensi serta kebutuhan pembangunan daerah.
Menurutnya, keberlanjutan kerja sama perlu diikuti dengan hasil yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Dengan demikian, MoU tidak berhenti sebagai dokumen kerja sama, tetapi diterjemahkan menjadi program dan kegiatan yang menghasilkan output serta dampak nyata bagi masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Universitas Udayana dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Pengetahuan, riset, dan inovasi diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai kebutuhan pembangunan daerah.
Melalui perpanjangan MoU ini, Universitas Udayana dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berkomitmen memperkuat kerja sama yang terukur, berkelanjutan, dan berorientasi pada manfaat masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan Kampus Berdampak yang mampu menghubungkan kekuatan akademik dengan kebutuhan pembangunan serta mendukung terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan.