LOADING...
Udayana University

Inkubator Bisnis LPPM Unud Tampilkan Inovasi Wellness Berbasis Riset pada Bali Wellness and Beauty Expo 2026

Juni 08, 2026 09:53 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

Denpasar – Inkubator Bisnis (Inbis) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana (Unud) turut ambil bagian dalam Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026 yang berlangsung di kawasan The Meru Sanur, Bali, pada 4–6 Juni 2026. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis Universitas Udayana dalam memperkuat hilirisasi hasil riset serta memperkenalkan inovasi berbasis sains kepada pasar nasional maupun internasional.

Ketua Inkubator Bisnis LPPM Universitas Udayana, Dr. Ni Putu Sutramiani, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa partisipasi Unud dalam ajang tersebut bukan sekadar mengikuti pameran dagang, tetapi menjadi upaya nyata menjembatani hasil penelitian akademik dengan kebutuhan industri dan pasar global.

“Universitas Udayana memiliki tanggung jawab untuk menjadi motor penggerak ekosistem wellness di Bali. Melalui expo ini, kami ingin menunjukkan bahwa berbagai hasil riset civitas akademika tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah atau paten, tetapi telah berhasil dihilirisasi menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan siap bersaing di pasar,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Inkubator Bisnis LPPM Unud membawa sejumlah produk wellness hasil binaan tenant yang mencerminkan perpaduan antara kekayaan sumber daya lokal Bali dan pendekatan sains modern. Produk yang ditampilkan meliputi skincare berbahan dasar rumput laut, produk berbahan madu, kosmetik, hingga minyak balur yang telah melalui proses penelitian dan pengembangan secara akademis.

Menurut Dr. Sutramiani, keunggulan utama produk-produk tersebut terletak pada landasan ilmiah yang kuat. Di tengah pesatnya industri wellness dan beauty, produk binaan Inbis Unud hadir dengan nilai tambah berupa bukti ilmiah yang diperoleh melalui penelitian, pengujian, dan validasi akademik yang ketat.

“Produk-produk ini merepresentasikan identitas Universitas Udayana, yaitu harmonisasi antara kearifan lokal Bali dengan metodologi sains modern yang teruji,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa keikutsertaan dalam BWB Expo 2026 memiliki tiga target strategis utama, yakni akselerasi komersialisasi hasil riset, validasi pasar global, dan penguatan citra Universitas Udayana sebagai pusat inkubasi bisnis berbasis kekayaan intelektual (Intellectual Property). Melalui kegiatan ini, Unud berupaya membuka peluang kerja sama lisensi paten, investasi, peningkatan kapasitas produksi tenant, hingga perluasan akses pasar internasional.

Selama penyelenggaraan expo, stan Inkubator Bisnis LPPM Unud mendapat perhatian dan apresiasi dari berbagai kalangan. Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga pejabat pemerintah, praktisi kesehatan, pelaku industri spa internasional, hingga distributor produk kesehatan dari berbagai negara.

Respon positif tersebut dinilai menjadi validasi atas kualitas inovasi yang dikembangkan tenant binaan Universitas Udayana. Bahkan hingga hari terakhir pelaksanaan expo, Inbis Unud telah menerima sejumlah undangan tindak lanjut (follow-up meeting) dari berbagai mitra strategis yang membuka peluang kerja sama di bidang industri, pembiayaan, maupun pengembangan program inkubasi bisnis.

Selain memberikan manfaat bagi tenant, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga bagi civitas akademika Universitas Udayana. Melalui interaksi langsung dengan pelaku industri dan pasar global, mahasiswa maupun peneliti memperoleh pengalaman nyata mengenai proses komersialisasi inovasi, strategi bisnis, hingga dinamika persaingan industri wellness internasional.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa hasil riset tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, Inkubator Bisnis LPPM Unud berharap momentum BWB Expo 2026 dapat menjadi batu loncatan bagi tenant binaan untuk bertransformasi menjadi perusahaan yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar global. LPPM Unud juga berkomitmen mengawal berbagai peluang kerja sama dan prospek investasi yang diperoleh selama expo hingga terwujud dalam bentuk kemitraan nyata.

“Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami ingin membuktikan bahwa dari Universitas Udayana lahir produk-produk wellness berbasis riset yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menginspirasi dunia,” tutup Dr. Sutramiani.