Jimbaran – Universitas Udayana menyelenggarakan acara Establishment of the China–Indonesia Joint Laboratory for Characteristic Traditional Medicines pada Rabu, 21 Januari 2026 di Kampus Jimbaran. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama internasional antara Universitas Udayana dengan mitra strategis dari Republik Rakyat Tiongkok dalam bidang riset dan pengembangan obat tradisional berbasis ilmu pengetahuan modern. Acara ini dihadiri oleh pimpinan universitas, delegasi lembaga riset dan industri farmasi dari Tiongkok, serta para anggota tim Pengembangan Pengobatan Tradisional Universitas Udayana.

Pembentukan laboratorium bersama ini merupakan wujud komitmen Universitas Udayana dalam membangun jejaring kerja sama internasional yang berkelanjutan dan berdampak. Kehadiran para pimpinan universitas, delegasi lembaga riset, serta perwakilan industri farmasi dari Tiongkok mencerminkan keseriusan kedua belah pihak dalam merumuskan kemitraan jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat.

Dalam sambutan, Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, ST, Ph.D, menegaskan bahwa pendirian China–Indonesia Joint Laboratory ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran Universitas Udayana sebagai pusat unggulan riset dan simpul akademik regional di kawasan Asia Tenggara. Laboratorium ini diproyeksikan menjadi platform kolaboratif yang mengintegrasikan kekayaan biodiversitas dan kearifan lokal ASEAN dengan kapasitas riset, inovasi, serta teknologi farmasi yang maju.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan semangat penguatan kerja sama lintas negara di bawah kerangka Belt and Road Initiative, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui pendekatan interdisipliner dan berbasis bukti ilmiah, laboratorium bersama ini diharapkan mampu menghasilkan riset unggulan yang relevan secara regional dan kompetitif secara internasional.

Pandangan tersebut mendapat penguatan dari pihak mitra Tiongkok, salah satunya melalui paparan Mr. Jia Peng, Chairman of the Board of Heguang Traditional Chinese Medicine Technology (Tianjin) Co., Ltd., yang menekankan pentingnya standardisasi mutu, validasi ilmiah, dan kolaborasi internasional dalam mendorong obat tradisional agar dapat diterima dalam sistem kesehatan global. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan Universitas Udayana merupakan peluang strategis untuk menghasilkan riset yang terukur, terpublikasi, dan aplikatif.
Secara konseptual, China–Indonesia Joint Laboratory for Characteristic Traditional Medicines dirancang sebagai platform inovasi lintas negara yang mencakup penelitian dasar dan terapan, pengembangan produk kesehatan berbasis tanaman obat khas ASEAN, serta riset penemuan kandidat obat baru. Selain itu, laboratorium ini juga berfungsi sebagai pusat pertukaran teknologi, pembinaan talenta riset internasional, serta penguatan kapasitas institusi dalam hilirisasi hasil penelitian.
Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para pejabat terkait dari kedua negara sebagai dasar pendirian dan pengelolaan laboratorium. Komitmen tersebut mencakup tata kelola bersama, mekanisme penelitian dan transformasi hasil riset, perlindungan kekayaan intelektual, serta prinsip pembagian manfaat yang adil dan berimbang, sehingga menjamin keberlanjutan kerja sama dalam jangka panjang.

Melalui pengukuhan laboratorium bersama ini, Universitas Udayana menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang proaktif dalam mendorong kolaborasi internasional yang berdampak strategis. China–Indonesia Joint Laboratory for Characteristic Traditional Medicines diharapkan berkembang menjadi pusat rujukan riset obat tradisional di kawasan, sekaligus berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan kesehatan regional dan global melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan kemitraan yang berkesinambungan.