DENPASAR β Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek terus berkomitmen mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk mencetak prestasi mahasiswa di berbagai bidang melalui berbagai kompetisi strategis. Salah satu ajang bergengsi yang menjadi barometer pengembangan potensi estetika mahasiswa adalah Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas). Guna menjaring talenta terbaik secara berjenjang dan menjaga kualitas kompetisi di tingkat nasional, Pengurus Provinsi Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Bali sukses menyelenggarakan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Bali pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Bertempat di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Denpasar, ajang Peksimida 2026 ini menjadi gerbang utama seleksi daerah dalam menyongsong gelaran akbar Peksiminas XVIII 2026. Melalui sistem kompetisi yang ketat dan berjenjang ini, diharapkan kontingen yang dikirimkan ke tingkat nasional benar-benar menjadi representasi mutu terbaik yang mampu memperkuat ekosistem prestasi di lingkungan perguruan tinggi.
Diikuti Ratusan Seniman Muda dari 19 Kampus se-Bali
Ketua Panitia Penyelenggara, Dr. AAA. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., CCD, menjelaskan bahwa antusiasme perguruan tinggi di Bali pada gelaran tahun ini sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 170 mahasiswa dari 19 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Bali turut ambil bagian. Mereka saling adu bakat dan kreativitas dalam 15 tangkai lomba yang ditawarkan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum BPSMI Provinsi Bali, Prof. Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum, mengapresiasi sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh institusi. Adapun kampus-kampus yang terlibat dalam kompetisi ketat ini antara lain Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, Universitas Pendidikan Nasional, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Dwijendra, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Kesehatan Kartini Bali, Institut Teknologi dan Kesehatan Bali, Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali, Institut Seni Indonesia Bali, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia, Stikes Bina Usada Bali, Stimi Handayani, Universitas Mahasaraswati Denpasar, dan STIKES Advaita Medika Tabanan.
βGuna menjaga objektivitas, transparansi, serta kualitas penilaian yang tinggi, BPSMI Bali menghadirkan 13 orang juri profesional yang kompeten dan independen di bidang masing-masing,β kilahnya.
Universitas Udayana Kokoh di Peringkat Tiga Besar Juara Umum
Universitas Udayana (Unud) menunjukkan taringnya sebagai salah satu poros kekuatan seni mahasiswa di Bali. Mengirimkan delegasi sebanyak 17 mahasiswa perwakilan dari 7 fakultas, kontingen Unud turun di berbagai tangkai lomba bergengsi, meliputi Vocal Group, Lukis, Vocal Solo, Penulisan Cerpen, Monolog, Desain Poster, Penulisan Lakon, Baca Puisi, Seriosa, hingga Menyanyi Lagu Keroncong.
Dari hasil penilaian akhir yang diumumkan oleh dewan juri, Universitas Udayana sukses mengamankan posisi Juara Umum III setelah berhasil membawa pulang rentetan penghargaan bergengsi, di antaranya:
β’ π₯ 2 Medali Emas: Tangkai Lomba Vocal Group dan Pop Putra
β’ π₯ 1 Medali Perak: Tangkai Lomba Keroncong Putri
β’ π₯ 2 Medali Perunggu: Tangkai Lomba Seriosa Putri dan Penulisan Lakon
β’ ποΈ 1 Penghargaan Harapan I: Tangkai Lomba Desain Poster
β’ ποΈ 1 Penghargaan Harapan II: Tangkai Lomba Lukis
β’ ποΈ 1 Penghargaan Harapan III: Tangkai Lomba Penulisan Cerpen
Sementara itu, predikat Juara Umum I pada gelaran Peksimida Bali 2026 kali ini berhasil diraih oleh tuan rumah, ISI Bali, disusul oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yang menempati posisi Juara Umum II
Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Universitas Udayana, tetapi juga menjadi modal evaluasi dan motivasi penting bagi para mahasiswa untuk terus mengasah kreativitas dan sportivitas seni mereka, demi mengharumkan nama Bali di panggung Peksiminas XVIII 2026 mendatang.