LOADING...
Udayana University

FH Unud Laksanakan Sosialisasi Hukum Adat sebagai Wujud Kampus Berdampak bagi Desa Adat di Gianyar

Mei 24, 2026 14:43 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

Gianyar – Fakultas Hukum Universitas Udayana melalui Tim Bina Desa Batuan kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang berdampak bagi masyarakat melalui pelaksanaan sosialisasi hukum adat bertema “Pemberdayaan Desa Adat: Meneguhkan Posisi Awig-Awig dalam Sistem Peradilan Alternatif” pada Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kepala Desa Batuan ini menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan pemahaman masyarakat adat terkait peran awig-awig dalam penyelesaian persoalan di lingkungan desa adat.

Sosialisasi menghadirkan pakar hukum adat, Prof. Dr. I Wayan Windia, S.H., M.Si. sebagai narasumber utama. Kehadiran akademisi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai eksistensi hukum adat serta penguatan posisi awig-awig sebagai salah satu mekanisme peradilan alternatif yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Bali.

Sebanyak 25 peserta undangan yang terdiri dari perwakilan masing-masing desa adat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Pelaksanaan sosialisasi dikemas secara interaktif dengan tata duduk melingkar dalam ruangan yang tidak terlalu besar guna menciptakan suasana diskusi yang lebih hangat dan partisipatif. Konsep ini dinilai efektif untuk membangun koneksi antara pemateri dan peserta sehingga ruang dialog dapat berjalan lebih terbuka.

Dalam pemaparannya, Prof. Windia menekankan pentingnya pemberdayaan desa adat melalui penguatan pemahaman terhadap awig-awig sebagai instrumen penyelesaian sengketa berbasis nilai-nilai lokal. Menurutnya, hukum adat memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial masyarakat sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya Bali yang perlu terus dilestarikan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum Universitas Udayana tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Program Bina Desa yang dijalankan menjadi bentuk nyata implementasi konsep “Kampus Berdampak” dengan menghadirkan kontribusi akademik yang langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan kapasitas desa adat di Bali.