Tujuh organisasi kemahasiswaan (ormawa) Universitas Udayana mengikuti seleksi presentasi PPK Ormawa (Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan). Seleksi presentasi merupakan tahapan akhir proses seleksi nasional PPK Ormawa yang dilaksanakan secara daring pada 11-13 Mei 2026.
Tahap seleksi PPK Ormawa terdiri dari 3 tahapan, yaitu seleksi administrasi yang menilai kelengkapan dokumen subproposal, kemudian seleksi substansi yang menilai isi subproposal berdasarkan formulir penilaian. Terakhir, ormawa mengikuti seleksi presentasi dihadapan reviewer.
Dari 3 tahapan seleksi tersebut akan diperoleh ormawa yang subproposalnya berhasil lolos seleksi pendanaan. Bantuan dana dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini yang dimanfaatkan oleh ormawa untuk implementasi kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa.
Ketujuh ormawa Universitas Udayana yang mengikuti seleksi nasional PPK Ormawa ini, yaitu Himpunan Mahasiswa (HM) Akuntansi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, BEM Fakultas Teknik, HM Teknik Lingkungan, HM Elektro, BSO – Law Student Creativity Community (LSCC), dan HM Ilmu Keperawatan. Subproposal yang dibawakan oleh 7 ormawa ini mengangkat beragam topik, mulai dari Desa Wirausaha, Smart Farming, Desa Wisata, Desa Sehat, hingga Desa Maritim.

Sekretaris Unit Pengembangan Karakter dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPKP) I Nyoman Budiastra menjelaskan, Universitas Udayana telah melakukan seleksi internal dan mengajukan 10 subproposal dari 10 ormawa ke Kemendiktisaintek. Dari 10 subproposal tersebut, 7 di antaranya berhasil lolos ke tahap seleksi presentasi dan dinilai kelayakannya untuk menerima pendanaan dari Kemendiktisaintek.
“Sebelumnya ini ada tahapan desk evaluation untuk 10 subproposal yang dinilai dari sisi substansi dan format penulisannya. Pada tahap seleksi presentasi ini untuk menindaklanjuti hasil desk evaluation kemarin dan verifikasi subproposal yang diajukan. Dari hasil desk evaluation dan seleksi presentasi ini, dilanjutkan pada tahap pelaksanaan. Target kami agar ketujuhnya bisa lolos didanai dan sukses menuju Abdidaya,” jelasnya.
Ormawa yang lolos pendananaan nantinya akan menggunakan bantuan dana tersebut untuk melaksanakan program di desa. Ormawa juga diwajibkan menghasilkan luaran, melaksanakan monitoring dan evaluasi, dan membuat laporan kemajuan. Program yang dilaksanakan di desa juga akan dinilai oleh Kemendiktisaintek dan diberikan apresiasi pada puncak Abdidaya Ormawa 2026.
PPK Ormawa merupakan program Kemendiktisaintek yang dirancang untuk mendorong kehadiran mahasiswa dan perguruan tinggi di tengah masyarakat dalam bentuk kegiatan pengabdian dan pemberdayaan. Mahasiswa yang melakukan kegiatan PPK Ormawa ini diakui sebagai pemenuhan Satuan Kredit Semester (SKS).