Jimbaran – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Udayana di kancah internasional. Tim mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Udayana berhasil meraih penghargaan Meritorious Winner dalam ajang International COMAP Mathematical Contest in Modeling/Interdisciplinary Contest in Modeling (MCM/ICM) 2026. Penghargaan tersebut menjadikan Universitas Udayana sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia yang berhasil meraih predikat tersebut dari total 15 tim delegasi Indonesia.
Tim Universitas Udayana terdiri atas Akira Rian Satya Dhamma, Anak Agung Gede Ngurah Ananda Wirasena, dan I Gede Abhijana Prayata Wistara dengan dosen pembimbing I Wayan Supriana, S.Si., M.Cs.
MCM/ICM merupakan kompetisi internasional bergengsi di bidang pemodelan matematika dan aplikasi interdisipliner yang diselenggarakan oleh COMAP, lembaga asal Amerika Serikat, dan telah rutin dilaksanakan sejak tahun 1985. Pada tahun 2026, kompetisi dilaksanakan secara daring pada 29 Januari hingga 2 Februari 2026 selama empat hari penuh tanpa henti.
Dalam kompetisi ini, peserta diminta memilih satu dari enam permasalahan yang disediakan dan menghasilkan paper ilmiah berbasis pemodelan matematika.
Pada kompetisi tersebut, Tim Universitas Udayana memilih Problem F (Policy) yang membahas dampak Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) terhadap dunia kerja. Tim mengangkat pendekatan bahwa pekerjaan tidak dapat dipandang sebagai satu kesatuan tunggal, melainkan terdiri dari berbagai tugas (tasks) yang memiliki tingkat kerentanan berbeda terhadap otomatisasi AI.

Tim menjelaskan bahwa pekerjaan seperti graphic designer tidak hanya sebatas membuat desain, tetapi juga mencakup komunikasi dengan klien, konseptualisasi ide, revisi, hingga manajemen waktu. Oleh karena itu, fokus analisis bukan lagi pada apakah AI akan menggantikan suatu profesi secara utuh, melainkan pada tugas-tugas mana yang dapat diotomatisasi dan bagaimana dampaknya terhadap struktur pekerjaan manusia.
Sebelum mengikuti ajang internasional, tim terlebih dahulu lolos dalam seleksi nasional yang diselenggarakan oleh Bina Talenta Kemdiktisaintek pada 22–24 Desember 2025. Dari seleksi tersebut, dipilih 15 tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadi delegasi nasional pada COMAP 2026. Setelah dinyatakan lolos, para peserta mendapatkan pelatihan daring serta mengikuti karantina intensif selama lima hari empat malam di Bandung yang difasilitasi oleh Kementerian.
Selama proses kompetisi berlangsung, Universitas Udayana juga memberikan dukungan penuh kepada tim melalui fasilitasi dan pendampingan selama masa pengerjaan lomba.
Tim mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah keluar dari zona nyaman. Sebagai mahasiswa Informatika, mereka harus mempelajari banyak konsep pemodelan matematika secara intensif dan beradaptasi dengan lingkungan kompetisi yang sebagian besar diikuti peserta dari bidang matematika.
Berdasarkan keterangan resmi COMAP, predikat Meritorious Winner diberikan kepada tim yang dinilai memiliki kualitas sangat baik dalam aspek pemodelan, analisis, pemecahan masalah, kesimpulan, dan komunikasi ilmiah. Penghargaan ini hanya diberikan kepada sekitar 7 persen dari seluruh paper yang disubmit peserta.Pada tahun 2026, kompetisi COMAP MCM/ICM diikuti oleh 32.213 tim dengan total 93.977 peserta yang berasal dari 28 negara di dunia.
Tim Universitas Udayana menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Udayana mampu bersaing di tingkat internasional. Tim juga berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman.
“Sebagai mahasiswa Unud, kami juga bisa. Kalau kami menyerah di tengah jalan atau tidak berani mencoba, tentu kami tidak akan mendapatkan pengalaman dan penghargaan ini,” ungkap tim.