LOADING...
Udayana University

Unud Terima Kunjungan Delegasi Southeast Asia Libraries of the Future Summit 2026, Perkuat Kolaborasi Perpustakaan Perguruan Tinggi di Asia Tenggara

Juni 12, 2026 15:01 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

Jimbaran – Universitas Udayana menerima kunjungan peserta Library Visit Program dalam rangka South East Asia Libraries of the Future Summit 2026 yang berlangsung di lingkungan Universitas Udayana. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta penguatan jejaring kerja sama antarperpustakaan dan institusi pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara yang bertempat di Aula Perpustakaan Universitas Udayana, Kampus Jimbaran, Jumat (12/6/2026).

Mewakili Rektor Universitas Udayana, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kehadiran para delegasi dan peserta yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Menurutnya, kunjungan ini merupakan kesempatan berharga untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pengembangan layanan perpustakaan dan ekosistem pengetahuan yang lebih maju.

Dalam sambutannya, Prof. Sujaya menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung kualitas pendidikan tinggi. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyedia akses informasi, tetapi juga menjadi penggerak pembelajaran, penelitian, inovasi, dan penciptaan pengetahuan.

“Perpustakaan perguruan tinggi harus mampu memposisikan diri sebagai lokomotif yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, inovasi, dan penciptaan pengetahuan. Melalui layanan inovatif, transformasi digital, serta pengembangan ekosistem pengetahuan, perpustakaan menjadi mitra penting dalam mewujudkan keunggulan akademik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perkembangan teknologi digital, teknologi informasi, layanan berbasis data, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menuntut pustakawan untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan profesional agar perpustakaan tetap relevan, responsif, dan memberikan dampak nyata bagi sivitas akademika.

Sementara itu, Strategic Engagement Manager Elsevier Southeast Asia, Dr. Johan Jang, menyampaikan bahwa tema Gotong Royong yang diangkat pada summit tahun ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang di dunia pendidikan tinggi.

Menurutnya, berbagai diskusi yang berlangsung selama summit membahas isu-isu strategis seperti pemanfaatan AI, peningkatan kualitas riset, dan masa depan pendidikan tinggi. Namun, terdapat satu pesan utama yang menjadi benang merah seluruh pembahasan, yaitu bahwa tidak ada institusi yang dapat mencapai tujuannya sendiri tanpa kolaborasi.

“Kemajuan yang paling kuat hanya dapat dicapai ketika kita saling belajar dan bekerja bersama sebagai sebuah komunitas. Karena itu, kunjungan perpustakaan ini dirancang untuk mendorong terciptanya percakapan baru, hubungan baru, dan kolaborasi baru di antara para peserta,” ungkapnya.

Dr. Johan juga menegaskan bahwa perpustakaan memiliki posisi sentral dalam ekosistem akademik karena berperan menghubungkan peneliti, mahasiswa, dosen, dan pimpinan institusi dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan institusi. Ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan kunjungan tersebut dengan berbagi pengalaman, bertukar praktik baik, serta membangun kerja sama lintas institusi dan negara.

“Ketika perpustakaan mulai berkolaborasi, institusi akan menjadi lebih kuat. Ketika institusi menjadi lebih kuat, penelitian akan memberikan dampak yang lebih besar. Dan ketika penelitian menjadi lebih berdampak, komunitas akademik di Asia Tenggara akan maju bersama,” katanya.
Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan presentasi Bali Simbar Disemination dengan narasumber Cokorda Rai Adi Pramartha, ST.,MM.,,Ph.D dan pembacaan Kekawin. Melalui kegiatan Library Visit Program ini, Universitas Udayana berharap dapat memperluas jejaring kemitraan internasional sekaligus memperkuat sinergi antarperpustakaan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan transformasi digital. Semangat kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan inovasi yang dibangun melalui forum ini diharapkan mampu menghasilkan kemitraan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi dan riset di kawasan Asia Tenggara.