LOADING...
Udayana University

Unud Komitmen Wujudkan Kampus Inklusif

Juli 14, 2026 14:06 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

Universitas Udayana melaksanakan Sosialisasi Unit Layanan Disabilitas(ULD), pada Senin 13 Juli 2026 bertempat di Ruang Pertemuan A.A. Made Djelantik Fakultas Kedokteran Kampus Denpasar. Sosialisasi ini menyasar pimpinan di seluruh fakultas mengenai keberadaan ULD di Universitas Udayana.

ULD merupakan unit pendukung non-struktural yang bertugas mengkoordinasikan dan memfasilitasi pemenuhan akomodasi yang layak (AYL) bagi mahasiswa penyandang disabilitas selama proses perkuliahan. ULD dibentuk pada awal tahun 2026 berdasarkan Surat Keputusan Rektor guna mendukung inklusivitas dan aksesibilitas di Universitas Udayana.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr. mengatakan, penyelenggaraan pendidikan tinggi yang inklusif bukan hanya amanat regulasi, namun menjadi tanggung jawab moral Universitas Udayana. Oleh karenanya, pihaknya berkomitmen melaksanakan amanat tersebut melalui pembentukan ULD sebagai salah satu unit penunjang universitas.

“Jauh lebih penting adalah bagaimana semangat inklusivitas tersebut hadir dalam setiap proses akademik yang kita jalankan sehari-hari,” tegas Wakil Rektor dalam sambutannya.

Bentuk-bentuk inklusivitas tersebut menurutnya tercermin melalui proses penerimaan mahasiswa baru, penyediaan sarana dan prasarana yang aksesibel, pelaksanaan pembelajaran, penyusunan asesmen dengan AYL, hingga terciptanya lingkungan kampus yang menghargai keberagaman. Melalui sosialisasi ini, Wakil Rektor berharap dapat menciptakan pemahaman yang sama di antara seluruh fakultas mengenai mekanisme layanan dan bentuk AYL sebagai pondasi sistem pendidikan yang inklusif.

Ketua ULD Dr. Ni Wayan Septarini, MPH., Ph.D mengatakan, tahun ini Universitas Udayana telah membuka penerimaan mahasiswa baru penyandang disabilitas khususnya tuna daksa. Guna mendukung hal ini, ULD telah melakukan pendataan kesiapan prodi terkait penerimaan mahasiswa disabilitas.

“Pembukaan jalur mandiri khusus untuk penyandang disabilitas tuna daksa yang telah berjalan merupakan hasil survei kesiapan program studi. Universitas Udayana saat ini terus berupaya memperbaiki infrastruktur dan akomodasi yang layak untuk siap menerima semua ragam disabilitas,” papar Septarini.

Berdasarkan survei tersebut, terdapat 18 program sarjana dan diploma serta 10 program profesi, magister, dan doktor yang siap menerima mahasiswa disabilitas daksa. Program sarjana, diploma, profesi, magister, dan doktor yang telah bersiap, antara lain Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pariwisata, Fakultas MIPA, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, dan Fakultas Pertanian.

Septarini menambahkan, ke depan ULD akan melaksanakan berbagai program, seperti pendataan mahasiswa disabilitas, survei akses di lingkungan kampus, pembentukan himpunan mahasiswa peduli disabilitas dan udayana volunteer, dan lain sebagainya.

Kegiatan ini turut diisi dengan kuliah tamu dari Dr. Gopal Nair (Auckland University) yang membahas tren kebijakan disabilitas di kawasan Asia-Pasifik. Sementara itu, narasumber kedua Zubaidah Ningsih, Ph.D (Universitas Brawijaya) dengan topik bahasan pelaksanaan kebijakan disabilitas di Universitas Brawijaya.