LOADING...
Udayana University

Unud Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah melalui Riset, Tata Kelola, dan Pembiayaan Inovatif

Oktober 09, 2026 10:52 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

Denpasar, 8 Oktober 2026 – Universitas Udayana (Unud) berkolaborasi dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) melalui IIGF Institute dan United in Diversity (UID) dalam penyelenggaraan Indonesia Infrastructure Roundtable (IIR) ke-28 yang mengusung tema “Mendorong Investasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan melalui Penguatan Kapasitas Daerah dan Model Pembiayaan Inovatif”. Kegiatan berlangsung di Ruang Malajah, UID Bali Campus, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Serangan, Denpasar.

Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D. diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Prof. Agoes Ganesha Rahyuda, S.E., M.T., Ph.D. Dalam sambutan Rektor, Unud menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan kepercayaan yang diberikan kepada Program Pascasarjana Unud untuk turut berkontribusi dalam penyusunan case study yang menjadi bahan utama diskusi IIR ke-28.

Prof. Agoes Ganesha Rahyuda menegaskan bahwa persoalan sampah bukan semata-mata persoalan teknologi, melainkan membutuhkan ekosistem yang mencakup kebijakan konsisten, kelembagaan yang jelas, SDM kompeten, partisipasi masyarakat, model pembiayaan yang tepat, serta kepastian pasar. “Kapasitas daerah adalah bagian dari infrastruktur itu sendiri,” tegas Rektor, menekankan pentingnya kesiapan manusia dan institusi dalam menjamin keberlanjutan pengelolaan sampah.

Dalam penyusunan case study tersebut, Direktur Pascasarjana Universitas Udayana Prof. Ir. I Nyoman Suprapta Winaya, S.T., M.A.Sc., Ph.D. terlibat sebagai ketua tim penelitian/penyusun case study. Kontribusi ini menjadi bagian dari peran Unud dalam menghadirkan kajian berbasis riset untuk mendukung pengembangan kebijakan dan investasi infrastruktur persampahan.

Forum IIR ke-28 membahas berbagai tantangan pengelolaan sampah, antara lain pemilahan sampah di tingkat hulu, kapasitas kelembagaan dan fiskal pemerintah daerah, serta kebutuhan terhadap skema pembiayaan yang bankable. Sejumlah pembelajaran dari Banyumas, Denpasar, Makassar, dan proyek Legok Nangka turut menjadi bagian diskusi.

 

Rektor menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai knowledge institution yang dapat membantu pemerintah dan dunia usaha melalui riset, inovasi teknologi maupun kebijakan, serta pengembangan sumber daya manusia. “Bagi Universitas Udayana, forum seperti IIR menjadi sangat penting karena mempertemukan academic knowledge dengan policy, investment, dan industry perspective.”

Menutup sambutannya, Rektor berharap kolaborasi dalam IIR ke-28 menghasilkan gagasan konkret, rekomendasi aplikatif, dan langkah tindak lanjut bersama. Unud menyatakan siap berkontribusi dalam membawa daerah dari governance readiness menuju investment readiness, sehingga pembangunan infrastruktur persampahan dapat berkelanjutan, inklusif, bankable, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.