Jimbaran – Universitas Udayana menerima kunjungan Delegasi Natural Capital Alliance Stanford University bersama School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia di Ruang Bahasa, Gedung Rektorat Lantai 2, Kampus Jimbaran, Rabu (8/7/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis di bidang konservasi mangrove, ilmu lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke kawasan Mangrove Simbar Segara.

Delegasi Stanford University dipimpin oleh Prof. Gretchen Daily, Co-Founder dan Faculty Director Natural Capital Alliance, didampingi Dr. Tong Wu, Dr. Mengye Zhu, serta Dr. Fakhrizal Nashr dari School of Government and Public Policy (SGPP) Indonesia.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Wakil Dekan Fakultas Pertanian, Ketua SDGs Center Universitas Udayana, Koordinator Kerja Sama dan Humas Universitas Udayana, beserta para peneliti dan dosen terkait.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas kunjungan para akademisi dan peneliti Stanford University yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring kolaborasi internasional.
“Kami merasa terhormat dapat menerima para ilmuwan dan pakar yang telah memberikan kontribusi besar dalam bidang ilmu lingkungan, natural capital, dan pembangunan berkelanjutan. Semoga pertemuan ini menjadi awal kolaborasi yang lebih kuat antara Universitas Udayana dan Stanford University,” ujar Rektor.
Rektor menjelaskan bahwa sebagai universitas komprehensif, Universitas Udayana berkomitmen menjawab berbagai tantangan nasional maupun global melalui riset interdisipliner dan kolaborasi internasional. Berbagai penelitian telah dikembangkan di bidang konservasi mangrove, restorasi ekosistem pesisir, ketahanan iklim, pariwisata berkelanjutan, hingga pengelolaan sumber daya kelautan.
Menurutnya, Bali saat ini menghadapi berbagai tantangan lingkungan sebagai dampak meningkatnya aktivitas pariwisata, mulai dari persoalan pengelolaan sampah, pembangunan infrastruktur, hingga pelestarian kawasan pesisir dan mangrove. Karena itu, Universitas Udayana terus berupaya menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Bali.
Rektor juga menyampaikan bahwa Universitas Udayana aktif melakukan penelitian mengenai pemetaan kawasan mangrove serta penghitungan potensi serapan karbon sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan International Mangrove Center di kawasan Tahura Ngurah Rai. Selain itu, sivitas akademika secara rutin melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penanaman bibit mangrove dan aksi bersih kawasan mangrove yang berada di sekitar kampus.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa seluruh aktivitas akademik Universitas Udayana berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, yaitu keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Nilai tersebut selaras dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Rektor juga berharap pertemuan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang penelitian, tetapi juga mobilitas mahasiswa dan dosen, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai program akademik lainnya.

Sementara itu, Prof. Gretchen Daily menyampaikan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan degradasi lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi maupun satu disiplin ilmu saja.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi pelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam paparannya, Prof. Daily memperkenalkan konsep Natural Capital, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan data lingkungan, sosial, dan ekonomi ke dalam proses pengambilan keputusan. Melalui pendekatan ini, kebijakan pembangunan diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian alam, dan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga memaparkan berbagai implementasi pendekatan tersebut yang telah diterapkan di lebih dari 75 negara, termasuk pengembangan perangkat pemetaan spasial untuk mendukung konservasi mangrove, perlindungan wilayah pesisir, pengelolaan sumber daya air, ketahanan pangan, hingga peningkatan kesehatan masyarakat.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara Universitas Udayana dan Stanford University untuk mengembangkan riset kolaboratif, pertukaran akademik, serta penyusunan kebijakan berbasis sains guna mendukung konservasi mangrove dan pembangunan berkelanjutan di Bali, Indonesia, maupun pada tingkat global.