LOADING...
Udayana University

Universitas Udayana dan Royal Bali Group Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan SDM dan Investasi Berkelanjutan

Oktober 07, 2026 13:31 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

DENPASAR — Universitas Udayana (Unud) dan PT Dillenger and Conquest Partners (Royal Bali Group) resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada Jumat (2/10) di Denpasar.

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), peningkatan kompetensi mahasiswa dan lulusan, serta pengembangan peluang investasi yang berkelanjutan di Bali.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh Rektor Universitas Udayana beserta Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kemitraan dan jajaran. Dari pihak Royal Bali Group hadir CEO Royal Bali Group Bailey Dillenger Davey, Director of Royal & Co Antonio Revivo Tulaseket, serta jajaran pimpinan Royal Bali Group.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Udayana menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Royal Bali Group untuk membangun kemitraan dengan Unud. Menurut Rektor, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi penting untuk memastikan pendidikan tinggi tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Rektor menegaskan bahwa penandatanganan MoU bukan sekadar kesepakatan formal, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam program kerja yang konkret dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi dalam pembelajaran, pengembangan kompetensi mahasiswa, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

“MoU ini mewakili komitmen bersama untuk mengubah kerja sama menjadi hasil yang nyata dan bermakna. Kami berharap kesepakatan ini segera ditindaklanjuti dengan program pembelajaran mahasiswa, magang, penelitian bersama, hingga pengabdian masyarakat di bidang perhotelan, manajemen properti, dan pengembangan bisnis,” tegas Rektor Unud.

Lebih lanjut, Rektor memandang keterhubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri sebagai bagian penting dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kemitraan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman praktis dan wawasan mengenai dinamika bisnis yang berkembang secara global.

Sementara itu, CEO Royal Bali Group Bailey Dillenger Davey menyampaikan komitmen perusahaan untuk turut melibatkan talenta lokal dalam pengembangan kegiatan usaha dan investasi di Bali. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi menjadi salah satu elemen penting dalam menyiapkan SDM yang mampu mendukung keberlanjutan investasi di daerah.

“Kami tidak bisa membangun perusahaan ini tanpa keterlibatan masyarakat lokal, warga Bali, dan universitas-universitas di sini. Keterampilan dan pengetahuan Anda dalam memimpin generasi muda sangat krusial,” ujar Bailey.

Bailey menjelaskan, Royal Bali Group yang telah menjalankan kegiatan usaha di Bali selama empat tahun berkomitmen menghadirkan solusi investasi asing yang terpadu (A-to-Z solution). Dalam proses tersebut, keterlibatan masyarakat dan talenta lokal dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan investasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi Bali.

Melalui kerja sama dengan Universitas Udayana, Royal Bali Group juga membuka peluang bagi mahasiswa dan lulusan untuk mengenal praktik bisnis internasional serta membangun jejaring dengan mitra dari berbagai negara, termasuk Australia, Dubai, hingga Inggris. Peluang tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja profesional.

Kerja sama Universitas Udayana dan Royal Bali Group selanjutnya diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi mahasiswa, lulusan, dunia industri, dan masyarakat. Sinergi ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun SDM yang adaptif serta mendukung perkembangan ekonomi dan investasi di Bali.