Denpasar – Fakultas Hukum Universitas Udayana sukses menyelenggarakan ULTIMATE-SDGs 2026: Udayana Law & Tourism Impact for the SDGs – International Conference and Call for Papers on Law, Tourism and Sustainable Development pada tanggal 1–2 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi akademik internasional yang mempertemukan akademisi, praktisi, peneliti, serta pembuat kebijakan dari berbagai negara.
Ketua Panitia, Prof. I Gusti Ngurah Parikesit Widiatedja, S.H., M.Hum., LL.M., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa konferensi ini diselenggarakan sebagai forum strategis untuk membangun dialog global dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan melalui perspektif hukum dan pariwisata. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan “untuk membangun sebuah forum akademik bertaraf internasional yang mempertemukan para akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, dan mahasiswa guna bertukar gagasan serta merumuskan solusi-solusi hukum yang inovatif dalam mendukung pencapaian SDGs.”

Lebih lanjut, Prof. Parikesit Widiatedja juga menyoroti tingginya antusiasme peserta internasional. Tercatat sebanyak 50 makalah ilmiah diterima dari enam negara, yaitu Indonesia, Australia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Timor-Leste. Hal ini menunjukkan bahwa isu hukum, pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan memiliki relevansi global serta membuka peluang kolaborasi lintas negara.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana, Prof. Dr. Putu Gede Arya Sumerta Yasa, S.H., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global yang kompleks, seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, hingga ketidakpastian ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama lintas sektor dan lintas negara. Ia menegaskan bahwa “tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu negara ataupun satu lembaga saja, sehingga diperlukan kerja sama, gagasan yang inovatif, serta kemitraan yang kuat.”
Dekan juga menekankan pentingnya Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai arah bersama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, SDGs menjadi pedoman dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, serta keadilan sosial bagi generasi masa kini dan mendatang.

Selama dua hari pelaksanaan, konferensi ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari keynote lecture, diskusi panel, hingga sesi paralel yang membahas lima fokus utama SDGs, yaitu tanpa kemiskinan, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan global.
Penyelenggaraan konferensi ini juga menjadi bagian dari komitmen Fakultas Hukum Universitas Udayana dalam memperkuat jejaring internasional dan meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan kolaborasi riset, publikasi ilmiah, serta pertukaran akademik yang berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya ULTIMATE-SDGs 2026, Fakultas Hukum Universitas Udayana menegaskan perannya sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu hukum serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.