Universitas Udayana berkolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia dalam rangka implementasi Aksi Integritas SINTESIS 2026 menyelenggarakan Talkshow Diseminasi Antikorupsi dengan tema “Think Big, Act Right: Membentuk Generasi Muda dengan Integritas dan Kepemimpinan dalam Membangun Masa Depan” bertempat di Ruang Bangsa Gedung Rektorat Kampus Jimbaran, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Pimpinan KPK Ibnu Basuki Widodo, S.H., M.H. (Wakil Ketua KPK Periode 2024–2029) dan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Udayana Prof. Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H., M.Hum. (Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi Periode 2023–2024)

Ketua pelaksana I Gede Karang Bagus Prema Thyaga menyampaikan bahwa ditengah berbagai tantangan bangsa saat ini, korupsi tidak hanya menjadi persoalan hukum tetapi juga menjadi persoalan nilai, karakter dan integritas manusia. Bagaiman kita dapat membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk melakukan hal yang benar. Kegiatan ini hadir sebagai sebuah ruang untuk berdiskusi, belajar dan memperkuat kesadaran bahwa pemberantasan korupsi bukan saja tugas Lembaga tertentu namun merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat termasuk generasi muda.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya mewakili Rektor Unud dalam sambutannya mengatakan Integritas bukan hanya persoalan mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Integritas adalah keberanian untuk tetap melakukan yang benar, bahkan ketika tidak ada yang melihat dan ketika melakukan hal yang benar tidak selalu mudah. Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Karena itu, integritas harus dibangun sejak sekarang, bukan nanti ketika sudah menduduki jabatan.
“Mulailah dari hal-hal sederhana: jujur dalam mengerjakan tugas, tidak melakukan plagiarisme, tidak memanipulasi data penelitian, bertanggung jawab dalam organisasi, transparan dalam mengelola kegiatan, dan berani mengatakan tidak terhadap praktik yang tidak benar,” ujarnya.
Jangan menunggu menjadi pemimpin untuk belajar berintegritas. Jadilah pribadi yang berintegritas, maka ketika kesempatan menjadi pemimpin datang, Saudara sudah siap.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan sosialisasi. Lebih dari itu, semoga menjadi momentum untuk membangun budaya integritas di lingkungan kampus, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pemimpin muda yang mampu menjadi agen perubahan.

Wakil Ketua KPK RI Ibnu Basuki Widodo menyampaikan pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan oleh KPK, tidak hanya oleh aparat penegak hukum tetapi seluruh warga Indonesia khususnya generasi muda. Dalam survei persepsi korupsi dibidang pendidikan, bahwa masih ada penyelewengan-penyelewengan salah satunya plagiarisme dan gratifikasi yang harus kita kikis sejak dini supaya tidak ada jiwa yang demikian. Oleh karena itu sejak dini marilah kita bersama-sama untuk melaksanakan integritas. Pendidikan anti korupsi sudah masuk ke lini-lini pendidikan dasar dan menengah hingga Pendidikan tinggi serta sudah masuk dalam mata kuliah wajib kurikulum. Setiap kampus diwajibkan ada pendidikan anti korupsi.

Prof. Dewa Palguna dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa kita tidak boleh lelah untuk menyuarakan sesuatu jika kita tahu bahwa sesuatu itu penting disuarakan, apalagi suara itu adalah suara dari orang-orang yang tidak pernah didengar suara-suaranya. Kita harus tetap berani sebab hal yang paling buruk adalah apabila ketika kita merasa tidak mampu dan selalu canggung melakukan sesuatu padahal panggilan terhadap kita sebagai warga negara, bahwa negara memanggil kita untuk melakukan sesuatu.

Melalui kegiatan talkshow yang mempertemukan perspektif akademisi, Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, dan Alumni SINTESIS, peserta diharapkan tidak hanya memahami integritas sebagai konsep, tetapi juga mampu melihat keterkaitan antara nilai, sistem, dan aksi nyata serta menerapkannya dalam kehidupan akademik, organisasi, profesional, maupun kehidupan bermasyarakat.