Badung, Bali – Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak desa, mulai dari tingginya limbah makanan hingga minyak jelantah yang kerap dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari lingkungan. Menjawab persoalan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Udayana Periode XXXIII Tahun 2026 menghadirkan program edukatif yang menggabungkan aspek lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan “Sosialisasi Pengendalian Sampah Rumah Tangga dengan Stop Boros Pangan dan Edukasi Penggunaan Minyak Jelantah serta Workshop Pemurnian Minyak Jelantah dan Aplikasinya Menjadi Lilin Aromaterapi.”
Kegiatan yang diselenggarakan pada Senin, 3 Agustus 2026, di Kantor Desa Pangsan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, ini diikuti oleh 30 anggota PKK Desa Pangsan dan dihadiri oleh Sekretaris Desa Pangsan, I Gusti Ngurah Made Bawa. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Universitas Udayana yang menghadirkan program edukasi berbasis solusi nyata untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan limbah.

Materi pertama disampaikan oleh Ir. I Gede Arie Mahendra Putra, S.TP., M.TP., IPM., ASEAN Eng., Dosen Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana sekaligus Dosen Pendamping Lapangan KKN-PPM XXXIII Desa Pangsan Tahun 2026. Dalam paparannya mengenai Stop Boros Pangan, peserta diajak memahami bahwa pengurangan sampah rumah tangga dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti merencanakan pembelian bahan pangan, menyimpan makanan dengan benar, serta memanfaatkan bahan pangan secara optimal. Edukasi tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi limbah makanan, tetapi juga membantu meningkatkan efisiensi pengeluaran rumah tangga serta mendukung ketahanan pangan keluarga. Selanjutnya, Ni Komang Sri Budihartini, S.TP., M.TP. yang merupakan Dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana memberikan edukasi mengenai dampak negatif penggunaan minyak jelantah secara berulang terhadap kesehatan serta bahaya pembuangannya secara langsung ke lingkungan. Melalui materi tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Puncak kegiatan berlangsung melalui workshop interaktif yang memberikan pengalaman praktik secara langsung kepada seluruh peserta. Anggota PKK tidak hanya mempelajari teknik pemurnian minyak jelantah, tetapi juga mempraktikkan proses pembuatan lilin aromaterapi, mulai dari pencampuran bahan, pencetakan, hingga pengemasan produk yang menarik. Sebagai bekal kewirausahaan, peserta juga memperoleh pelatihan mengenai perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, serta strategi sederhana dalam mengembangkan produk sebagai peluang usaha rumah tangga. Suasana workshop berlangsung hidup dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan berbagai pertanyaan, serta mengikuti setiap tahapan praktik dengan semangat. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap inovasi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga melalui pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai tambah.
Program ini menjadi salah satu wujud nyata implementasi pengabdian masyarakat Universitas Udayana dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, edukasi mengenai Stop Boros Pangan dan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi diharapkan mampu membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih bijaksana, mengurangi pencemaran lingkungan, sekaligus mendorong tumbuhnya peluang usaha berbasis ekonomi sirkular. Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dapat terus diterapkan serta dikembangkan oleh masyarakat Desa Pangsan sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.