LOADING...
Udayana University

Semen Gresik Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Jago Bangunan di Universitas Udayana

September 29, 2026 13:42 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

JIMBARAN – Universitas Udayana menjadi Lokasi pelaksanaan Pelatihan dan Sertifikasi Jago Bangunan yang diselenggarakan oleh PT Semen Gresik bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di bawah naungan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), didukung Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) IV Surabaya, Kementerian Pekerjaan Umum, bertempat di Fakultas Teknik Universitas Udayana, Kampus Jimbaran, Bali, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Universitas Udayana yang dalam kesempatan ini diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Universitas Udayana, Prof. Dr. Eng. Ir. Made Sucipta, ST, MT, IPM. Hadir pula Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana, Kepala BJKW IV Surabaya, Kepala Seksi Pemberdayaan Jasa Konstruksi Dinas PURKIM Provinsi Bali, General Manager of Sales PTSG, General Manager of Marketing PT Semen Gresik, jajaran manajemen, SSM, ASM, TSO PTSG, para tukang bangunan dari wilayah Bali, serta undangan lainnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Utama PT Semen Gresik, Gatot Mardiana, yang ditandai dengan penyematan helm kepada perwakilan empat peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Universitas Udayana, Prof. Made Sucipta, menegaskan bahwa pembangunan yang berkualitas tidak hanya membutuhkan material yang baik, tetapi juga tenaga kerja yang kompeten dan profesional.

Menurutnya, pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang konstruksi. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk menguji serta mengakui kompetensi yang dimiliki melalui proses sertifikasi.

“Pembangunan yang berkualitas tidak hanya membutuhkan material yang baik, tetapi juga membutuhkan tenaga kerja yang kompeten dan profesional. Karena itu, pelatihan dan sertifikasi seperti ini sangat penting,” ujarnya.

Prof. Sucipta mengatakan Universitas Udayana memandang kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan lembaga profesi. Ia berharap kerja sama serupa dapat terus dikembangkan dalam berbagai bidang sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Jasa Konstruksi Dinas PURKIM Provinsi Bali, I Made Sukadi, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan material dan teknologi, tetapi juga sangat bergantung pada kompetensi tenaga kerja konstruksi.

“Oleh karena itu, kegiatan uji sertifikasi hari ini memiliki arti yang sangat penting. Sertifikat yang diterima nantinya bukan sekadar lembar kertas atau dokumen, melainkan pengakuan resmi atas kompetensi, profesionalisme, dan standar keterampilan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Sukadi.

Ia mengimbau peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan mengikuti seluruh tahapan pengujian secara sungguh-sungguh serta disiplin. Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga harus menjadi perhatian utama selama proses pelatihan maupun saat bekerja di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BJKW Wilayah IV Surabaya, Indra Sulistyo, menyampaikan apresiasi kepada PT Semen Gresik dan Universitas Udayana atas fasilitasi serta kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan peningkatan kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi tersebut.

Menurut Indra, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk membangun sumber daya manusia konstruksi yang kompeten, profesional, dan bersertifikat.

Ia menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja konstruksi. Sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, tenaga kerja konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi dan pengguna jasa wajib mempekerjakan tenaga kerja yang bersertifikat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dengan sertifikasi ini, tenaga kerja konstruksi Indonesia diharapkan siap dan unggul, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Indra juga menegaskan kesiapan BJKW IV Surabaya untuk terus mendukung Universitas Udayana dan para pemangku kepentingan di Bali melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Dukungan tersebut mencakup pelatihan Building Information Modeling (BIM) hingga uji sertifikasi untuk berbagai kualifikasi tenaga kerja konstruksi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Gresik, Gatot Mardiana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Udayana serta seluruh pihak yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Jago Bangunan.
Gatot mengatakan, PT Semen Gresik tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga memiliki komitmen untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi, ramah lingkungan, serta berkontribusi dalam berbagai pembangunan di Indonesia.

“Komitmen tersebut kami wujudkan salah satunya melalui kegiatan Sertifikasi dan Pelatihan Jago Bangunan ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan kami yang akan terus dilaksanakan,” kata Gatot.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses pelatihan dan sertifikasi dengan fokus dan sungguh-sungguh sehingga mampu memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan.

“Semoga seluruh Bapak-Ibu peserta Jago Bangunan di Bali ini dapat lulus 100 persen,” harapnya.