Tabanan – Sebagai wujud implementasi Program Kampus Berdampak, mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Udayana melaksanakan Program Bina Desa di Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Kegiatan yang berlangsung selama empat bulan, mulai Maret hingga Juli 2026 ini berfokus pada transformasi potensi keanekaragaman hayati sebagai sarana edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Desa Tengkudak, khususnya Banjar Tingkih Kerep, merupakan wilayah binaan strategis Program Studi Biologi Universitas Udayana yang telah dirintis sejak tahun 2023. Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 10 mahasiswa Biologi FMIPA Unud yang diketuai oleh I Gusti Ayu Made Purnama Shanti dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan I Made Saka Wijaya, S.Si., M.Sc., mengembangkan berbagai program berbasis konservasi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat potensi eduwisata desa.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengembangkan tiga program utama. Program pertama berupa penyusunan jalur tracking alam sepanjang kurang lebih dua kilometer yang dilengkapi peta penunjuk arah dan papan informasi keanekaragaman hayati. Jalur ini menghadirkan pengalaman wisata edukatif dengan sejumlah titik pengamatan satwa, seperti elang tikus, cekakak jawa, dan Curik Bali yang menjadi ikon konservasi di kawasan tersebut.
Program kedua difokuskan pada pengembangan ekonomi kreatif masyarakat melalui pendampingan pembuatan souvenir lokal berbahan awetan resin yang memanfaatkan tumbuhan khas di sekitar desa. Selain pelatihan produksi, masyarakat juga diberikan pendampingan terkait pemasaran produk sehingga dapat menjadi sumber nilai tambah ekonomi bagi warga setempat.

Sementara itu, program ketiga diwujudkan melalui pengembangan perangkat edukasi berbasis digital berupa papan informasi keanekaragaman hayati yang terintegrasi dengan tautan menuju laman resmi Program Studi Biologi Universitas Udayana. Melalui fasilitas ini, pengunjung dapat mengakses informasi ilmiah secara lebih lengkap dan interaktif mengenai berbagai spesies yang ditemukan di kawasan tersebut.
Keberadaan berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat melengkapi dan memperkuat pengembangan eduwisata berbasis konservasi yang telah berkembang di Desa Tengkudak, khususnya di kawasan Kampoeng Jalak Bali. Destinasi konservasi ini telah menjadi salah satu lokasi yang menarik perhatian wisatawan, akademisi, maupun peneliti sejak tahun 2024. Dengan dukungan program yang dikembangkan mahasiswa, pengalaman wisata edukatif di kawasan tersebut menjadi lebih terintegrasi, informatif, dan berkelanjutan.
Keberhasilan pelaksanaan Program Bina Desa ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Dukungan penuh diberikan oleh Pemerintah Desa Tengkudak, perangkat desa, serta Kelian Banjar Tingkih Kerep yang aktif melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Kolaborasi juga terjalin dengan Friends of Nature, People, and Forest (FNPF) sebagai lembaga yang telah menginisiasi program pelepasliaran Curik Bali di wilayah tersebut.

Dari sisi akademik, Universitas Udayana melalui Program Studi Biologi FMIPA turut memberikan pendampingan dan dukungan berkelanjutan selama pelaksanaan program. Melalui Program Kampus Berdampak ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga berkontribusi secara nyata dalam pelestarian lingkungan, penguatan edukasi konservasi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Program ini menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi aset edukasi dan ekonomi yang mendukung kemandirian masyarakat serta pembangunan desa yang berkelanjutan.