BANYUMAS — Dua tim mahasiswa Universitas Udayana (Unud) berhasil meraih medali pada babak Grand Final Kompetisi Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) Tingkat Nasional Tahun 2026 yang berlangsung pada 28 September–2 Oktober 2026 di Universitas Jenderal Soedirman, Jawa Tengah. Tim Ganjil Genap meraih medali perunggu (Juara III) pada kategori Riset Investasi, sementara Tim Orion memperoleh medali perak (Juara II) pada kategori Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Kedua tim membawa gagasan yang mengangkat isu strategis, masing-masing mengenai pengembangan energi bersih dan pemanfaatan teknologi untuk mendorong hilirisasi rumput laut.
Capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi bagi mahasiswa Universitas Udayana di tingkat nasional, tetapi juga menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengolah isu aktual menjadi gagasan yang berbasis kajian, inovasi, dan pemecahan masalah. Melalui karya yang dihasilkan, mahasiswa Unud turut menghadirkan perspektif dan solusi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan serta potensi sumber daya Indonesia.
Pada kategori Riset Investasi, Tim Ganjil Genap mengangkat potensi energi geotermal sebagai salah satu sumber energi bersih Indonesia melalui karya berjudul “PGEO, SANG RAJA GEOTHERMAL: Kuasai 72% Pasar!”. Karya tersebut membahas potensi dan perkembangan sektor energi geotermal di Indonesia dari perspektif investasi.
Pengangkatan isu geotermal menjadi relevan di tengah kebutuhan terhadap pengembangan sumber energi yang lebih berkelanjutan. Melalui kajian investasi tersebut, mahasiswa berupaya melihat peluang pengembangan sektor geotermal sekaligus mengkaji prospek bisnis yang dapat mendukung pertumbuhan sektor energi bersih di Indonesia.

Tim Ganjil Genap terdiri atas Made Cetta Bhagawanta, I Made Bintang Amertha Putra, dan Dewa Gede Darma Putra, mahasiswa Program Studi Sarjana Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dalam penyusunan karya dan persiapan kompetisi, tim mendapatkan pendampingan dari I Putu Hedi Sasrawan, S.E., M.Si. dan Dr. Surya Dewi Rustariyuni, S.E., M.Si. Atas karya tersebut, Tim Ganjil Genap berhasil meraih medali perunggu atau Juara III.
Sementara itu, Tim Orion menghadirkan gagasan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan mutu dan mendorong hilirisasi rumput laut melalui karya berjudul “SEADRIFT (Seaweed Drying & Forecasting System): Pemanfaatan Internet of Things serta Sistem Pendukung Keputusan untuk Optimalisasi Mutu guna Mendorong Hilirisasi dan Pertumbuhan Usaha Rumput Laut”.
Gagasan tersebut berangkat dari pentingnya peningkatan kualitas dalam proses pengolahan rumput laut agar komoditas tersebut dapat memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Tim Orion menawarkan pemanfaatan Internet of Things (IoT) dan sistem pendukung keputusan untuk membantu optimalisasi mutu sekaligus mendukung proses hilirisasi dan pengembangan usaha rumput laut.
Melalui pendekatan tersebut, inovasi mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga menghubungkan teknologi dengan potensi sumber daya lokal dan penguatan ekonomi. Gagasan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi terhadap kebutuhan pengembangan komoditas dan usaha masyarakat.

Tim Orion terdiri atas Ni Desak Made Devi Suciani, mahasiswa Program Studi Sarjana Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Ni Putu Candradevi Davantari, mahasiswa Program Studi Sarjana Teknologi Informasi, Fakultas Teknik. Keduanya mendapatkan bimbingan dari I Made Ryan Ananta Putra, S.Ak., M.Ak., Dewa Jati Primajana, S.E., M.Si., dan I Putu Tedy Indrayana, S.Pd., M.Sc. Tim Orion berhasil meraih medali perak atau Juara II pada kategori Penulisan Karya Tulis Ilmiah.
Keberhasilan kedua tim tersebut memperlihatkan bahwa kompetisi mahasiswa dapat menjadi ruang untuk mengembangkan gagasan yang merespons berbagai tantangan nyata. Kajian mengenai energi geotermal menunjukkan perhatian mahasiswa terhadap peluang pengembangan energi bersih dan berkelanjutan, sedangkan SEADRIFT menghadirkan pendekatan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas rumput laut melalui hilirisasi.
Capaian ini sejalan dengan semangat Universitas Udayana dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan yang relevan dan memberikan dampak bagi masyarakat. Pengembangan potensi energi bersih, pemanfaatan teknologi, serta penguatan komoditas lokal menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk berkontribusi melalui karya yang menjawab kebutuhan dan tantangan pembangunan.
Segenap civitas akademika Universitas Udayana menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Tim Ganjil Genap dan Tim Orion atas capaian yang diraih pada KBMK Tingkat Nasional Tahun 2026. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa Unud lainnya untuk terus berani mengembangkan gagasan, mengasah kompetensi, dan menghadirkan karya yang inovatif, relevan, serta berdampak di tingkat nasional maupun internasional.