KUTA SELATAN — Dewan Perwakilan Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa Universitas Udayana sukses menggelar diskusi publik bertajuk “Angkringan Berdialog 2026” di Warung Semar Bejo, Kuta Selatan, pada Jumat, 25 September 2026. Forum ini diselenggarakan guna menciptakan ruang komunikasi dua arah antara mahasiswa dan jajaran Rektorat Unud melalui konsep santai di luar kampus agar penyampaian aspirasi, kritik, serta sosialisasi transisi status PTN-BH dapat berlangsung lebih terbuka dan solutif.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan lembaga kemahasiswaan, di antaranya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana, Prof. Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr, Ketua PTN-BH Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Semadi Antara, M.P., Ph.D, Plt. Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Udayana, Dr. Drs. I Wayan Santiyasa, M.Si, serta perwakilan DPM, BEM, UKM, Pers Mahasiswa, dan lembaga mahasiswa dari 13 fakultas di lingkungan Universitas Udayana.
Dalam sambutannya, Ketua DPM PM Unud, I Kadek Ricky Wierdha Prayoga, menyampaikan bahwa konsep kegiatan tahun ini dirancang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pemilihan tempat di luar kampus seperti Warung Semar Bejoyang selama ini dikenal sebagai tempat berkumpul dan berdiskusi mahasiswa bertujuan agar dialog berlangsung lebih mengalir, leluasa, dan tanpa sekat formalitas.

“Kegiatan Angkringan Berdialog ini kami sediakan sebagai ruang untuk kita bersama, dari mahasiswa hingga jajaran rektorat, agar bisa berdiskusi dua arah. Mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun kritik yang membangun secara sopan, sementara pimpinan universitas dapat memberikan penjelasan dan sosialisasi terkait kondisi kampus saat ini, khususnya mengenai transisi status Unud menjadi PTN-BH,” ujar Ricky.
Menanggapi inisiatif tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana, Prof. Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini. Pihak rektorat menilai pendekatan yang santai dan terbuka sangat efektif dalam menyerap berbagai masukan mahasiswa, baik terkait fasilitas kampus, aksesibilitas, maupun isu-isu kemahasiswaan lainnya.

“Kehadiran forum seperti ini menunjukkan bahwa kehidupan kampus tidak hanya dibangun melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui komunikasi, kolaborasi, serta keterlibatan aktif seluruh civitas akademika. Aspirasi mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses evaluasi dan perbaikan kampus. Saya mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak ragu menyampaikan pandangannya dengan tetap menjunjung tinggi etika dan semangat membangun,” ujar Prof. Alit.
Pihak rektorat juga berharap DPM PM Unud terus menjadi wadah penghubung yang mampu mempertemukan aspirasi mahasiswa dengan pihak universitas secara sehat dan solutif. Melalui dialog ini, diharapkan berbagai pandangan yang berbeda dapat diluruskan serta menghasilkan gagasan dan solusi nyata demi kemajuan Universitas Udayana yang unggul dan berdaya saing.