Jembrana, 8 Agustus 2026 – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Penguatan Literasi Bahasa dan Budaya melalui Pemanfaatan Produk Budaya Digital pada Masyarakat Kelurahan Baler Bale Agung, Kabupaten Jembrana” yang diselenggarakan pada Sabtu (8/8/2026) di Centra Tenun Kelurahan Baler Bale Agung, Kabupaten Jembrana.
Kegiatan yang diketuai oleh Prof. Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum. ini diikuti sekitar 30 peserta yang berasal dari para Yowana (Sekehe Teruna) Kelurahan Baler Bale Agung yang diorkestrasi oleh Gede Prawira Bhujangga W. Selain dihadiri oleh tim dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, kegiatan ini juga dihadiri oleh Lurah Baler Bale Agung, Ida Bagus Gede Ananda Kusuma, S.IP., M.AP., Ketua DPK Apindo Kabupaten Jembrana, I Gede Agus Sanjaya, S.E., S.H., M.M., CME, perangkat kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat.
Pelaksanaan kegiatan ini memiliki makna strategis karena Kelurahan Baler Bale Agung merupakan desa binaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Melalui status sebagai desa binaan, berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bentuk kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pelestarian bahasa, sastra, dan budaya Bali.
Ketua Tim PKM, Prof. Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi hendaknya dimanfaatkan sebagai media untuk memperkuat identitas budaya bangsa. Menurutnya, transformasi digital membuka peluang yang sangat besar dalam mendokumentasikan berbagai kekayaan budaya lokal sehingga dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Pelestarian bahasa dan budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui pewarisan secara lisan, tetapi juga perlu didukung oleh dokumentasi dan publikasi digital yang berkualitas. Generasi muda memiliki peran penting sebagai kreator konten budaya yang mampu memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat nasional maupun internasional,” ungkap Prof. Netra.
Dalam sambutannya, Lurah Baler Bale Agung, Ida Bagus Gede Ananda Kusuma, S.IP., M.AP., menyampaikan apresiasi atas konsistensi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dalam mendampingi masyarakat Baler Bale Agung melalui berbagai kegiatan akademik dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana yang terus menjadikan Baler Bale Agung sebagai desa binaan. Program seperti ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu memanfaatkan teknologi digital untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai penguatan literasi bahasa oleh Dr. Ni Ketut Rahayuni, S.S., M.Hum. Dalam paparannya, Rahayuni menjelaskan bahwa literasi bahasa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menggunakan, dan melestarikan bahasa sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat. Bahasa daerah, menurutnya, merupakan warisan budaya yang harus terus dipelihara agar tetap hidup di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi.
Selanjutnya, materi mengenai penguatan literasi budaya disampaikan oleh Dr. Drs. I Wayan Suardiana, M.Hum. Suardiana menekankan bahwa literasi budaya merupakan kemampuan memahami nilai-nilai, tradisi, adat istiadat, seni, dan kearifan lokal sebagai bagian dari karakter bangsa. Pemanfaatan media digital, menurutnya, menjadi salah satu strategi efektif untuk memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda tanpa menghilangkan nilai-nilai autentiknya.
Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh pengenalan mengenai berbagai bentuk produk budaya digital, teknik pencarian sumber informasi budaya yang kredibel, etika digital, perlindungan hak cipta karya budaya, serta strategi promosi budaya melalui berbagai platform media digital.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi workshop yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan secara langsung penyusunan konten budaya digital. Dengan pendampingan tim dosen dan mahasiswa, peserta belajar menyusun konsep video pendek, poster digital, konten media sosial, hingga rancangan podcast yang mengangkat potensi budaya lokal Kelurahan Baler Bale Agung, termasuk tradisi masyarakat, kerajinan tenun, bahasa daerah, dan berbagai bentuk kearifan lokal lainnya.
Suasana pelatihan berlangsung sangat interaktif. Peserta aktif berdiskusi mengenai cara mengemas informasi budaya agar menarik bagi generasi muda, sekaligus tetap mempertahankan keakuratan informasi budaya yang disampaikan. Pendampingan secara langsung membantu peserta memahami proses produksi konten digital mulai dari penyusunan ide, penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga teknik publikasi melalui media sosial.
Kehadiran Ketua DPK Apindo Kabupaten Jembrana turut memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan, perguruan tinggi, dan pengusaha dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi pelestarian budaya berbasis digital yang tetap berlandaskan nilai-nilai adat dan tradisi masyarakat Bali.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya literasi bahasa dan budaya sekaligus memiliki keterampilan dasar dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media dokumentasi, edukasi, dan promosi budaya lokal. Luaran kegiatan meliputi meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta, terbentuknya contoh produk budaya digital, dokumentasi kegiatan, publikasi pada media massa dan media sosial, penyusunan artikel ilmiah pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kerja sama antara Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dengan Pemerintah Kelurahan Baler Bale Agung.
Sebagai desa binaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Kelurahan Baler Bale Agung diharapkan terus menjadi pusat pengembangan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berbasis bahasa, sastra, budaya, dan teknologi digital. Sinergi yang telah terjalin antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, desa adat, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga identitas budaya lokal sekaligus membangun masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.