Jimbaran – Universitas Udayana (Unud) melalui Unit Sumber Daya Informasi (USDI) dan AI Center secara progresif membangun jembatan transformasi teknologi guna memberikan dampak nyata bagi institusi. Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan mitra industri global, Google Indonesia, dalam mencetak ribuan talenta digital yang kompeten di bidang Kecerdasan Artifisial (AI).
Hingga saat ini, program kolaboratif tersebut telah berhasil memberikan pelatihan dan sertifikasi AI kepada 360 orang Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik), serta menyasar 2.600 mahasiswa Universitas Udayana. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh lini sumber daya manusia di lingkungan Unud siap menghadapi tantangan era industri 5.0.

Ketua USDI Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Made Sudarma, M.A.Sc., IPU., ASEAN.Eng menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar universitas untuk tidak sekadar menjadi pengadopsi teknologi, melainkan mampu hidup berdampingan dan mengembangkan teknologi tersebut. “Kami ingin memastikan penggunaan tools AI dapat bermanfaat secara langsung dalam mendukung kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan penguasaan AI, efisiensi kerja dan kualitas riset diharapkan dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Prestasi Global Mahasiswa Unud Selain sertifikasi massal, kualitas talenta digital Unud juga terbukti di kancah internasional dengan membanggakan, 16 mahasiswa Unud terpilih menjadi Google Student Ambassador 2026 Batch 1 dari 90.000 pendaftar global. Capaian ini menempatkan Unud sebagai salah satu universitas dengan jumlah keterwakilan terbanyak sekaligus pusat pengembangan talenta digital unggulan di Indonesia. Kehadiran para duta mahasiswa ini diharapkan menjadi katalisator pengenalan teknologi kecerdassan artifisial di lingkungan kampus. Adapun asal fakultas dari 16 mahasiswa tersebut yakni FISIP, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Pertanian, Fakultas Kelautan dan Perikanan, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Google Student Ambassador 2026 Batch 2 direncanakan akan dibuka pada bulan Juni 2026 mendatang.
Keberlanjutan Program ke Tingkat Fakultas ke depan, USDI dan AI Center Unud telah merancang program lanjutan yang lebih spesifik. Pelatihan akan diarahkan pada kebutuhan khusus di masing-masing fakultas, mengingat penerapan teknologi AI memiliki karakteristik yang berbeda antara rumpun ilmu sains, humaniora, maupun kesehatan.
Transformasi teknologi adalah perjalanan panjang yang perlu kita kelola dengan strategi yang baik sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi institusi, masyarakat, dan budaya. Langkah yang kami lakukan ini bertujuan agar dapat meninggalkan dampak yang berkelanjutan bagi institusi. Kami tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi kami sedang membangun ekosistem digital yang mapan.
Melalui langkah strategis ini, Universitas Udayana berharap tidak hanya mampu mengadopsi teknologi AI dan menghasilkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global, tetapi juga dapat hidup berdampingan, mengembangkannya, dan memberikan dampak jangka panjang bagi institusi serta masyarakat luas.