Badung, 22 Oktober 2026 — Universitas Udayana memperkuat kontribusinya dalam pengembangan teknologi berbasis budaya melalui kehadiran penelitinya pada ICANN87 Annual General Meeting di Bali. Inovasi keyboard aksara Bali Tamiang dan pengembangan nama domain beraksara Bali menjadi wujud penerapan hasil penelitian Universitas Udayana untuk memperluas penggunaan aksara daerah dalam kehidupan digital.
ICANN87 berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sebagai tuan rumah lokal. Pertemuan publik ICANN pertama di Indonesia ini mempertemukan pemerintah, komunitas teknis, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat sipil untuk membahas perkembangan infrastruktur serta tata kelola internet global.
Dalam rangkaian resepsi penyambutan ICANN87, Gubernur Bali I Wayan Koster menyerahkan keyboard aksara Bali Tamiang kepada Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon serta pimpinan ICANN. Keyboard yang merupakan hasil penelitian peneliti Universitas Udayana tersebut memperlihatkan bagaimana inovasi perguruan tinggi dapat mendukung penggunaan aksara Bali melalui perangkat teknologi.
Penyerahan keyboard kepada Menteri Kebudayaan berlangsung pada 19 Oktober 2026 di Heritage Beach Garden, The Westin Resort Nusa Dua. Momentum tersebut memperkuat perhatian terhadap pelestarian aksara Bali melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kontribusi Universitas Udayana juga hadir melalui pengembangan nama domain beraksara Bali dalam ekosistem .id. Inisiatif ini membuka ruang bagi masyarakat untuk menggunakan aksara Bali sebagai bagian dari identitas dan alamat di internet, sekaligus memperluas penerapan hasil penelitian dalam layanan yang dapat dimanfaatkan publik.
Perjalanan tersebut memiliki landasan teknis melalui Label Generation Rules (LGR), yakni aturan yang menentukan karakter dan susunan aksara yang dapat digunakan dalam nama domain. LGR aksara Bali telah masuk dalam Second-Level Reference Label Generation Rules ICANN yang diterbitkan pada 25 Oktober 2024. Keberadaan referensi ini menjadi pijakan teknis bagi pengembangan nama domain beraksara Bali secara terstandar.
Selanjutnya, Gubernur Bali meresmikan peluncuran second-level domain atau domain tingkat kedua beraksara Bali pada 11 Desember 2025 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar. FMIPA Universitas Udayana berkontribusi melalui Cokorda Rai Adi Pramartha, Ph.D., yang terlibat dalam pengembangan sistem aksara Bali untuk nama domain internet.
Pada ICANN87, Cokorda Rai Adi Pramartha kembali membawa pengalaman tersebut ke forum internasional sebagai narasumber dalam dua sesi. Pada 19 Oktober 2026, ia tampil dalam sesi “Enabling Multilingual Internet through Universal Acceptance” dengan materi “Balinese Script on the Internet: Implementation and Universal Acceptance Roadmap.” Paparan ini mengangkat implementasi aksara Bali di internet serta arah pengembangan dukungan penggunaannya pada berbagai sistem digital.
Universal Acceptance merupakan prinsip agar nama domain dan alamat surel yang valid, termasuk yang menggunakan beragam bahasa dan aksara, dapat diterima serta diproses dengan benar oleh aplikasi dan layanan digital. Dalam konteks aksara Bali, dukungan ini diperlukan agar identitas digital berbasis aksara daerah semakin mudah digunakan masyarakat.
Pada 20 Oktober 2026, Cokorda Rai menjadi narasumber dalam sesi “How It Works: Internationalized Domain Names.” Ia memaparkan perjalanan aksara Bali hingga dapat digunakan sebagai nama domain internet. Pengalaman tersebut dapat menjadi rujukan bagi pengembangan dukungan untuk aksara lainnya di Indonesia.
Kehadiran Universitas Udayana dalam forum ini sejalan dengan perhatian nasional terhadap digitalisasi aksara Nusantara. Dalam rangkaian ICANN87, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya integrasi aksara daerah ke dalam infrastruktur digital global, disertai penelitian, pendidikan, aksesibilitas teknologi, dan kerja sama lintas sektor.
Saat ini, layanan pendaftaran domain beraksara Bali dikelola melalui unit bisnis di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana dan dapat diakses melalui bali.domain.id.
Melalui penelitian, pengembangan perangkat, dan layanan domain, Universitas Udayana mendukung keberlanjutan aksara Bali sebagai identitas budaya yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Partisipasi pada ICANN87 sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan peluang kolaborasi untuk membangun internet yang mengakomodasi keragaman bahasa serta aksara.