Denpasar — Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) menggelar acara Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 dan Badan Kekeluargaan (BK) ke-45 pada Rabu (30/9), bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala, Kampus FIB Unud Nias, Denpasar. Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Udayana, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dekan FIB, para Dekan di lingkungan Unud, pimpinan lembaga, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mitra kerja sama, alumni, hingga mahasiswa.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Eirenne Pridari Sinsya Dewi, S.S., M.Ed. menyampaikan bahwa rangkaian peringatan tahun ini telah berlangsung sejak awal tahun melalui berbagai kegiatan akademik dan sosial. Tahun ini, mengusung tema ‘Gema Kampus Kuning Merawat Tradisi Merespons Bumi’. Tema ini lahir dari kesadaran bahwa sebagai insan ilmu budaya, kita memikul dua tanggung jawab sekaligus. Kita menjaga warisan bahasa, sastra, sejarah, dan tradisi; dan pada saat yang bersamaan, kita harus hadir menjawab tantangan zaman dari perkembangan teknologi hingga krisis lingkungan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Dekan FIB Unud Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. membacakan wasiat para pendiri Fakultas Sastra Universitas Udayana yang diamanatkan pada 29 September 1958. Dekan FIB Unud juga memaparkan capaian strategis fakultas, mulai dari peningkatan akreditasi hingga inovasi digitalisasi tata kelola.

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D. dalam sambutannya memberikan apresiasi atas seluruh prestasi dan dedikasi civitas akademika FIB Unud. Rektor menyampaikan bahwa perjalanan panjang FIB Unud merupakan cikal bakal lahirnya Universitas Udayana.

“Atas nama pimpinan Universitas Udayana, saya sangat mengapresiasi kinerja Pak Dekan dan jajarannya. Dan tentu kami yakini bahwa semua itu tidak bisa dikerjakan oleh pimpinan saja. Ini adalah hasil karya dari hasil usaha dan kerja sama, kolaborasi semua civitas dari FIB itu sendiri. Nah, ini juga membuktikan dengan kolaborasi, dengan sinergi, kita bisa lebih maju ke depannya,” ungkap Prof. Sudarsana.

Rangkaian acara puncak HUT ke-68 dan BK ke-45 FIB Unud diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan ramah tamah. Melalui momentum ini, FIB Unud meneguhkan identitasnya sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan, kekeluargaan, dan pengabdian, sekaligus terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu budaya di tingkat nasional maupun internasional.