LOADING...
Udayana University

Jamin Mutu dan Kualitas Pendidikan, Program Studi Sarjana Farmasi dan Profesi Apoteker Fakultas MIPA Universitas Udayana Ikuti Asesmen Lapangan dari LAM-PTKes

September 30, 2026 15:17 Biro Akademik, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (BAKH) Berita

Jimbaran — Universitas Udayana kembali memperkuat komitmennya terhadap peningkatan mutu dan penjaminan kualitas pendidikan melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Udayana. Kegiatan berlangsung di Gedung Dekanat FMIPA Kampus Jimbaran, Rabu (30/9/2026).

Asesmen lapangan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Udayana, Tim Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes), Ketua Senat FMIPA, Dekan dan para Wakil Dekan FMIPA, Kepala Perpustakaan Universitas Udayana, Sekretaris LPPM, Sekretaris LP3M, Sekretaris USDI, Koordinator Tata Usaha FMIPA, para dosen, serta undangan lainnya.

Tim asesor LAM-PTKes terdiri atas Dr. apt. Nunung Yuniarti, S.F., M.Si., Prof. Dr. apt. Lucy Dewi N. Sasongko, M.Si., dan apt. Maria Philomena Erika Rengga, S.Farm., M.Farm-Klin.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Udayana, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Sujaya menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim asesor sekaligus menegaskan pentingnya asesmen lapangan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Universitas Udayana dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan.

“Program Studi Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker merupakan salah satu program studi unggulan Universitas Udayana di kluster kesehatan. Dari 136 program studi yang ada, Farmasi termasuk ke dalam lima besar program studi dengan tingkat kompetisi paling ketat dan minat calon mahasiswa yang sangat tinggi,” ujar Prof. Sujaya.

Menurutnya, tingginya minat tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan Farmasi di Universitas Udayana. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi lulusan menjadi salah satu fokus yang terus diperkuat melalui sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari agenda pengembangan Universitas Udayana dalam proses transformasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Dalam konteks tersebut, Universitas Udayana terus mendorong peningkatan daya tarik dan daya saing program studi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Prof. Sujaya juga menekankan potensi Bali sebagai salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan dalam penguatan keunggulan Program Studi Farmasi. Selain dikenal sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali memiliki kekayaan budaya dan pengetahuan lokal, termasuk tradisi pengobatan herbal dan Usada Bali, yang dapat diintegrasikan dengan pengembangan ilmu dan penelitian di bidang farmasi.

“Melalui keunggulan penelitian seperti Wellness Nexus dan pembentukan kelas internasional, kami berharap Program Studi Farmasi Universitas Udayana dapat memiliki keunikan dan penciri khusus yang menjadi kiblat di tingkat global,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Sujaya menyampaikan bahwa kehadiran tim asesor merupakan momentum penting bagi Universitas Udayana untuk memperoleh masukan dalam rangka pengembangan dan peningkatan mutu program studi.

“Kehadiran Tim Asesor saat ini merupakan momentum yang sangat berharga bagi kami. Masukan, saran, serta kiat-kiat peningkatan mutu dari para Asesor akan menjadi catatan penting untuk ditindaklanjuti dalam evaluasi manajemen perguruan tinggi,” katanya.

Ia juga mengimbau Dekan FMIPA beserta seluruh jajaran pengelola program studi untuk memberikan akses informasi dan data secara terbuka dan seluas-luasnya guna mendukung kelancaran pelaksanaan asesmen lapangan.

Sementara itu, Prof. Dr. apt. Lucy Dewi N. Sasongko, M.Si., selaku perwakilan tim asesor, menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Dies Natalis Universitas Udayana serta atas pencapaian Universitas Udayana yang telah resmi menjadi PTN-BH. Ia berharap pencapaian tersebut semakin memperkuat peran Universitas Udayana di tingkat nasional maupun internasional.

Prof. Lucy menjelaskan, pelaksanaan asesmen lapangan bertujuan memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari hingga Sabtu, sesuai dengan ketentuan peninjauan terhadap dua program studi.

“Asesmen lapangan ini kami lakukan untuk melengkapi dan mengonfirmasi data yang sebelumnya telah tertuang dalam Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Penilaian Kecukupan,” jelas Prof. Lucy.

Ia menegaskan bahwa berbagai pertanyaan dan permintaan dokumen pendukung selama proses asesmen bukan bertujuan untuk mencari kekeliruan, melainkan untuk memperoleh gambaran kondisi program studi secara menyeluruh.

“Tugas kami adalah memotret kondisi yang ada, mengapresiasi hal-hal baik yang telah berjalan, serta mengidentifikasi kawasan yang masih dapat ditingkatkan,” tambahnya.

Dalam proses penyusunan laporan dan rekomendasi akhir, tim asesor juga akan memberikan catatan atau rekomendasi pada setiap poin kriteria. Menurut Prof. Lucy, rekomendasi tersebut merupakan bagian dari komitmen terhadap pelaksanaan penjaminan mutu secara berkelanjutan dan tidak semata-mata menunjukkan adanya kinerja yang kurang baik.

Tim asesor berharap kerja sama dan komunikasi yang baik dengan Universitas Udayana, khususnya pengelola Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker, dapat terus terjalin selama pelaksanaan asesmen.

Pelaksanaan asesmen lapangan ini menjadi bagian penting dalam upaya Universitas Udayana memastikan penyelenggaraan pendidikan Farmasi dan Profesi Apoteker senantiasa memenuhi standar mutu, sekaligus merespons kebutuhan pengembangan pendidikan tinggi kesehatan yang semakin dinamis. Masukan dan rekomendasi dari tim asesor diharapkan dapat menjadi pijakan bagi penguatan program studi menuju peningkatan mutu dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.