Denpasar – Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Udayana atas nama dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD., M.ARS., FINASIM berlangsung di Ruang A.A. Djelantik, Lantai 4 Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Kampus Denpasar, pada Jumat (17/7/2026).
Sidang terbuka ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Wakil Kepala II Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara, Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Bupati dan Wakil Bupati Badung, Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D, serta para pimpinan perguruan tinggi, sivitas akademika, dan undangan lainnya.
Promosi doktor merupakan tahapan evaluasi akademik tertinggi dalam pendidikan doktor yang dilaksanakan setelah promovendus dinyatakan lulus seluruh rangkaian ujian sebelumnya, meliputi penilaian mata kuliah, ujian kualifikasi, ujian proposal, seminar kelayakan, hingga ujian tertutup. Sidang terbuka menjadi momentum bagi promovendus untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya secara ilmiah di hadapan tim promotor, penguji, serta masyarakat akademik.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Bagus Padma Puspita mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Dinas Kesehatan (SIM-DINKES) dalam Mendukung Transformasi Digital Layanan Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Badung, Provinsi Bali.” Penelitian ini mengangkat pentingnya pengembangan sistem informasi manajemen yang terintegrasi sebagai upaya memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan layanan kesehatan masyarakat, khususnya di lingkungan pemerintah daerah.
Pelaksanaan sidang promosi doktor berlangsung melalui tiga tahapan utama, yaitu pemaparan hasil disertasi oleh promovendus, sesi tanya jawab bersama para penyanggah, serta sesi diskusi dengan para akademisi yang hadir. Tahapan tersebut menjadi forum ilmiah untuk menguji kualitas penelitian sekaligus memberikan ruang bagi para akademisi dalam menyampaikan kritik, saran, dan masukan yang konstruktif terhadap hasil penelitian yang dipresentasikan.

Berdasarkan penilaian terhadap prestasi akademik selama masa studi, konsistensi dalam penelitian, hasil ujian pada setiap tahapan, kemampuan promovendus dalam mempertahankan disertasi, serta masa studi yang ditempuh, tim yudisium memutuskan menerima disertasi tersebut dan menyatakan promovendus lulus.
Dengan keberhasilan tersebut, dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD., M.ARS., FINASIM resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Biomedis. Pencapaian ini sekaligus menandai dirinya sebagai Doktor ke-500 yang diluluskan oleh Program Studi Doktor Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Sementara itu, Gubernur Wayan Koster memberikan sejumlah masukan terhadap hasil penelitian yang dipaparkan promovendus. Dimana sebuah disertasi doktoral harus mampu menghadirkan temuan ilmiah yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pelayanan publik.